
MORFOLOGI BAHASA INDONESIA
PENENTUAN KELAS
KATA DALAM BAHASA DAERAH
DOSEN PEMBIMBING
: ROZIAH, SP.d; M.A
NAMA : Rika Agustina
KELAS : 3 E
NPM : 13621149
PROGRAM
STUDI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
ISLAM RIAU
PEKANBARU
2014/2015
Tugas
Morfologi Bahasa Indonesia
(Bahasa
Minang: Bukit Tinggi)
A. Contoh
afiksasi dari Bahasa Minang (Bukit Tinggi)
1. 




Prefiks




Prefiks



pen-
men- per- ber- ter- di-
pem-
penge- pen-
men- meng- menge-
mem-
a. pem-
(dalam bahasa minang, prefiks ‘pem-‘ berubah menjadi prefiks ‘pam-‘)
1) berang
+ pam- = pamberang
·
kata dasar dari contoh di atas yaitu
“berang”. Dalam bahasa Indonesia, kata “berang” berarti “marah”. Menurut
Depdiknas( 2008: 878) yang artinya perasaan sangat tidak senang.
·
ketika kata dasar tersebut diberi
prefiks “pam-“ akan membentuk kata “pamberang”. Hal ini juga memengaruhi arti
dan makna kata tersebut. dalam bahasa Indonesia, kata “pamberang” berarti
“pemarah”
·
dari segi makna, kata “berang” memunyai
makna yaitu sebuah kegiatan penuangan emosi atau penggambaran sebuah ekspresi
sedangkan pada kata “pamberang” bermakna penunjukan sebuah sifat.
·
contoh ini termasuk kelas kata adjektifa
(kata sifat) karena dari kata “pemberang” berarti sebuah sifat yang dimiliki
individu atau seseorang dalam pengeluapan emosi.
·
jadi, contoh di atas ketika kata dasar
yang belum diberi imbuhan dengan yang sudah diberi imbuhan akan memengarui
maknanya.
·
Contoh kalimat untuk prefiks ini ialah:
kecek Andi, padusi tu pamberang. Dalam bahasa Indonesia artinya kata
Andi, perempuan itu pemarah.
2) buko
+ pam- =pambuko
·
kata dasar dari contoh di atas yaitu
“buko” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “buka” dan menurut Depdiknas(
2008: 217) yaitu menjadikan tidak tertutup.
·
ketika kata dasar tersebut ditambah
prefiks “pam-“ membentuk kata “pambuko” yang artinya dalam bahasa Indonesia
ialah “pembuka”.
·
dari segi makna, kata “buko” atau “buka”
ialah sebuah kegiatan umtuk tidak menutup sesuatu sedangkan kata “pambuko” atau
“pembuka” bermakna sebuah alat untuk membuka atau sebuah pendahuluan.
·
kelas kata dari kata “buka” termasuk
kelas kata verba (kata kerja) karena kata merupakan sebuah kegiatan dan
merupakan proses yang sedang berlangsung sedangkan kata “pambuko” atau
“pembuka” termasuk kelas kata nomina (kata benda) karena menjelaskan sebuah
objek.
·
jadi, kata dasar yang belum diberi
imbuhan dengan yang diberi imbuhan akan membentuk makna yang berbeda dan juga
kelas kata yang berbeda.
·
Contoh kalimat untuk prefiks ini ialah pambuko
acaro malam tu dibuko jo tarian piriang. Dalam bahasa Indonesia artinya pembuka
acara malam itu dibuka dengan tarian piring.
b. penge-
(dalam bahasa minang, prefiks ‘penge-‘ berubah menjadi prefiks ‘pange-‘)
1) kecek
+ pange- = pangecek
·
kata dasaranya ialah “kecek” dalam
bahasa Indonesia berarti “bicara” dan
menurut Depdiknas( 2008: 188) ialah “akal budi”.
·
ketika kata dasar tersebut diberi
prefiks “pange-“ akan menjadi kata turunan “pangecek” dalam bahasa Indonesia
berarti “pembicara” dan menurut Depdiknas( 1995: 188) ialah “orang yang
berbicara”.
·
dari segi makna, kata “kecek” atau
“bicara” bermakna salah satu cara dalam penyampaian hal yang ada dalam pikiran sedangkan
kata “pangecek” atau “pembicara”
bermakna objek atau orang yang menyampaikan hal tersebut dan jika
dikaitkan dengan kehidupan berhubungan dengan orang yang banyak berbicara atau
cerewet.
·
dari segi kela kata, kata “kecek” atau
“bicara” dan kata “pangecek” atau
“pembicara” sama-sama termasuk kelas kata nomina (kata benda) karena bermakna
alat dan keterlibatan manusia dalam penyampaian pikiran.
·
jadi, ketika kata dasar contoh ini
diberi imbuhan prefiks “pange-“ akan membedakan makna dan kelas kata.
·
Contoh untuk prefiks ini ialah urang nan
sabagai pangecek di rapek tu acok bagurau katiko panyampaian hasil rapek
yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah orang yang sebagai pembicara di
rapat itu sering bercanda ketika penyampaian hasil rapat.
2) hebo
+ pange- = pangebo
·
kata dasarnya ialah “hebo” dalam bahasa
Indonesia berarti “heboh” dan menurut Depdiknas( 2008: 488) artinya “gaduh”
·
ketika diberi prefiks “pange-“ menjadi
“pangebo” yang artinya “pangheboh” atau “penggaduh”
·
dari segi makna, kata “hebo” atau
“heboh” bermakna sebuah suasana keributan sedangkan kata “pangebo” atau
“pengheboh” memiliki makna orang yang sering menimbulkan keributan atau
kegaduhan.
·
dari segi kelas kata, kata “hebo” atau
“heboh” termasuk kelas kata adjektiva (kata sifat) karena kegaduhan atau keributan
termasuk sebuah sifat sedangkan kata “pangebo” atau “pengheboh” termasuk kelas
kata nomina (kata benda) karena adanya pelaku manusia yang menimbulkan suasana
keributan tersebut.
·
contoh ini hampir sama dengan bahasa
Indonesia hanya saja ketika di dalam bahasa minang adanya pengurangan atau
pemendekan huruf pada kata tersebut.
·
jadi, ketika kata dasar contoh ini
diberi imbuhan prefiks “pange-“ akan membedakan makna dan kelas kata.
·
Contoh kalimat untuk prefiks ini ialah
Amek acok dipanggia jo kawan-kawannyo sabagai pangebo katiko balaja,
yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah Amek sering dipanggil teman-temannya
sebagai pengheboh ketika belajar.
c. pen-
(dalam bahasa minang, prefiks ‘pen’ berganti menjadi prefiks ‘pan-)
1) cameh
+ pan- = pancameh
·
kata dasarnya ialah “cameh” dalam bahasa Indonesia yaitu “cemas” dan
menurut Depdiknas( 2008: 256) ialah “risau hati”.
·
ketika diberi prefiks “pen-“ menjadi “pancameh”
dalam bahasa Indonesia artinya “pencemas” dan menurut Depdiknas( 2008: 256)
ialah “orang yang mudah cemas”.
·
dari segi makna, kata “cameh” atau
“cemas” bermakna keadaan hati yang sangat gelisah sedangkan kata “pancameh”
atau “pencemas” bermakna pemilik hati yang sangat gelisah.
·
dari segi kelas kata, kata “cameh” atau
“cemas” termasuk kelas kata adjektiva (kata sifat) karena kegelisahan atau
kerisauan hati merupakan salah satu sifat alamiah manusia sedangkan kata “pancameh”
atau “pencemas” termasuk kelas kata nomina (kata benda) karena bermakna orang
yang terlibat dalam hati gelisah tersebut.
·
jadi, ketika kata dasar contoh ini
diberi imbuhan prefiks “pan-“ akan membedakan makna dan kelas kata.
·
Contoh kalimat untuk prefiks ini ialah
inyo tamasuak urang nan pancameh, yang artinya dalam bahasa Indonesia
ialah dia termasuk orang yang pencemas.
2) sambuang
+ pan- = panyambuang
·
kata dasarnya ialah “sambuang” dalam
bahasa Indonesia artinya “sambung” dan menurut Depdiknas( 2008: 1214) ialah
“hubungkan”.
·
ketika ditambah prefiks “pan-“ membentuk
kata “panyambuang” dalam bahasa indonesia artinya “penyambung” dan menurut depdiknas(
2008:1215) berarti orang atau alat yang menyambung.
·
dari segi makna, kata “sambuang” atau
“sambung” bermakna penyatuan sesuatu sedangkan kata “panyambuang” atau
“penyambung” bermakna adanya pelaku, baik seseorang atau alat melakukan
penyatuan atau penambahan.
·
dari segi kelas kata, kata “sambuang”
atau “sambung” termasuk kelas kata verba
(kata kerja) karena kegiatan pemberian tambahan terhadap sesuatu sedangkan kata
“panyambuang” atau “penyambung” termasuk kelas kata nomina (kata benda) karena
bermakna orang ataupun alat yang melakukan penyatuan sesuatu tersebut.
·
jadi, ketika kata dasar contoh ini
diberi imbuhan prefiks “pan-“ akan membedakan makna dan kelas kata.
·
Contoh untuk kalimat ini ialah kabel
baguno sabagai panyambuang Handphone ka leptop, artinya dalam bahasa
Indonesia ialah kabel berguna sebagai penyambung Handphone ke leptop
d. men-
(dalam bahasa minang, prefiks ‘men-‘ berubah menjadi prefiks ‘man-‘
1) dongkak
+ man- = mandongkak
·
kata dasar contoh di atasa ialah
“dongkak” dalam bahasa Indonesia ialah “tendang” dan menurut Depdiknas( 2008:
1438) artinya “sepak”.
·
ketika ditambah prefiks “man-“ membentuk
kata “mandongkak” dalam bahasa Indonesia ialah “menendang” dan dalam Depdiknas(
2008: 1438) artinya “menyepak”.
·
dari segi makna, kata “dongkak” atau
“tendang” dan “mandongkak” atau “menendang” bermakna memindahkan atau mendorong
sesuatu menggunakan dorongan dari kaki.
·
dari segi kelas kata, kata “dongkak”
atau “tendang” dan “mandongkak” atau “menendang” sama-sama termasuk kelas kata
verba (kata kerja) karena sebuah kegiatan dalam proses mendorong sesuatu
menggunakan kaki.
·
jadi, ketika kata dasar “dongkak” atau
“tendang” diberi prefiks “man-“ membentuk kata “mendongkak” atau “menendang”,
dari pembentukan kata ini tidak terjadi perubahan makna dan kelas kata.
·
Contoh kalimat untuk prefiks ini ialah
uda mandongkak bola ampia kanai kapalo kawannyo, artinya dalam bahasa
Indonesia ialah abang menendang bola hampir mengenai kepala temannya.
2) cigok
+ man- = mancigok
·
kata dasaranya ialah “cigok” dalam
bahasa Indonesia berarti “intip” dan menurut Depdiknas( 2008: 544) artinya
“lihat dengan cara sembunyi-sembunyi”.
·
ketika ditambah prefiks “man-“ membentuk
kata “mancigok” dalam bahasa Indonesia ialah “mengintip” dan menurut Depdiknas(
2008: 544) artinya “melihat melalui lubang kecil”.
·
dari segi makna, kata “cigok” atau
“intip” dan “mencigok” atau “mengintip” bermakna sebuah kegiatan melihat
sesuatu tanpa sepengetahuan orang lain.
·
dari segi kelas kata, kata “cigok” atau
“intip” dan “mancigok” atau “mengintip” termasuk kelas verba (kata kerja)
karena sama-sama melakukan kegiatan melihat sambil bersembunyi.
·
ketika prefiks “man-“ pada bahasa minang
“mancigok” akan berubah dalam bahsa Indonesia menjadi prefiks “meng-“ yaitu
“mengintip”.
·
Jadi, kata “cigok” atau “intip” ketika
membentuk kata “mancigok” atau “mengintip” memiliki kesamaan makna dan kelas
kata.
·
Contoh kalimat untuk prefiks ini ialah
inyo acok mancigok anak gadih pak haji, artinya dalam bahasa Indonesia
ialah dia selalu mengintip anak gadis pak haji.
e. meng-
(dalam bahasa minang prefiks meng- berubah menjadi prefiks mang-
1) amuak
+ mang- = mengamuak
·
kata dasarnya ialah “amuak” dalam bahasa
Indonesia yaitu “amuk”, menurut Depdiknas ( 2008: 55) artinya “kerusuhan yang
melibatkan banyak orang”
·
ketika ditambah prefiks “mang-“ akan membentuk kata “mangamuak” dalam
bahasa indonesai yaitu “mengamuk” dan menurut Depdiknas( 2008: 55) artinya
“menyerang dengan membabi buta”.
·
dari segi makna, kata “amuak” atau
“amuk” bermakna sebuah kekacauan terhadap banyak orang sedangkan kata “mangamuak”
atau “mengamuk” bermakna melakukan pengeluapan emosi dengan amarah yang besar.
·
dari segi kelas kata, kata “amuk” atau
“amuk” termasuk kelas kata nomina (kata benda) karena kata yang mengacu pada
banyak orang sedangkan kata “mangamuak” atau “mengamuk” termasuk kelas kata
verba (kata kerja) karena mengcu pada peristiwa pengeluapan emosi yang
melibatkan banyak orang.
·
Jadi, kata dasar yang belum diberi
imbuhan dengan yang diberi imbuhan akan membentuk makna yang berbeda dan juga
kelas kata yang berbeda.
·
Contoh kalimat untuk prefiks ini ialah
urang-urang mangamuak katiko harago minyak dinaikan, artinya dalam
bahasa Indonesia ialah orang-orang mengamuk ketika harga minya
dinaikkan.
2) gaduah
+ mang- = manggaduah
·
kata dasaranya ialah “gaduah” dalam bahasa
Indonesia berarti “gaduh” dan menurut Depdiknas( 2008: 404) artinya “rusuh dan
gempar karena perkelahian”.
·
ketika ditambah prefiks “mang-” akan
membentuk kata “manggaduah” dalam bahasa Indonesia berarti “menggaduh” atau
“mengganggu”
·
dari segi makna, kata “gaduah” atau
“gaduh” bermakna sebuah huru-hara ataupun keributan sedangkan “manggaduah” atau
“menggaduh” bermakna pengacau atau orang
yang melibatkan kekacauan
·
dari segi kelas kata, kata “gaduah” atau
“gaduh” termasuk kelas kata adjektiva (kata sifat) dan kata “manggaduah” atau
“menggaduh” termmasuk kelas kata verba(kata kerja).
·
Jadi,
kata dasar yang belum diberi imbuhan dengan yang diberi imbuhan akan
membentuk makna yang berbeda dan juga kelas kata yang berbeda.
·
Contoh kalimat untuk prefiks ini ialah
Barli acok manggaduah kawanyo nan sadang balaja, artinya dalam bahasa
Indonesia ialah Barli sering mengganggu temannya yang sedang belajar.
f. mange-(
dalam bahasa minang prefiks menge- berubah menjadi prefiks “mange-)
1) kecek
+ mange- = mangecek
·
kata dasarnya ialah “kecek” dalam bahasa
Indonesia artinya “bicara” yang menurut Depdiknas( 2008: 188) yaitu akal budi.
·
Ketika kata dasar tersebut ditambah
prefiks “mange” membentuk kata “mangecek” yang artinya dalam bahasa Indonesia
ialah “berbicara” dan menurut Depdiknas( 2008: 188) yaitu berkata.
·
Dari segi makna, kata “kecek” atau
‘bicara” bermakna suatu pikiran sedangkan kata “mangecek” atau “berbicara”
bermakna penyampain hal yang difikirkan melalui lisan.
·
Dari segi kelas kata, kata “kecek” atau
“bicara” termasuk kelas kata “nomina” (kata benda) sedangkan kata “mangecek”
atau “berbicara” termasuk kelas kata verba(kata kerja).
·
Jadi, kata dasar yang belum diberi
imbuhan dengan yang diberi imbuhan akan membentuk makna yang berbeda dan juga
kelas kata yang berbeda.
·
Contoh kalimat untuk prefiks ini ialah
Pak RT mangecek, jiko ado nan nio mambuek KTP langsuang jo bajumpo jo inyo,
artinya dalam bahasa Indonesia ialah Pak RT berkata, jika ada yang mau membuat
KTP langsung saja bertemu dengan dia/beliau.
2) hebo
+ mange- = mangebo
·
kata dasarnya ialah “hebo” yang artinya
dalam bahasa Indonesia ialah “heboh” dan menurut Depdiknas( 2008: 488) yaitu
gaduh.
·
Ketika ditambah prefiks
“mange-“membentuk kata “mangebo” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah
“mengheboh” kata ini merupakan kata yang tidak baku karena tidak tertera dalam
KBBI atau Depdiknas.
·
Dari segi makna, kata “hebo” atau
“heboh” bermakna sifat yang suka membuat keributan sedangkan kata “mangebo”
atau “mengheboh bermakna orang yang melakukan kegaduhan tersebut.
·
Dari segi kelas kata, kata “hebo” atau
“heboh” termasuk kelas kata adjektiva(kata sifat) sedangkan kata “mangebo” atau
“mengheboh” termasuk kelas kata nomina( kata benda).
·
Jadi, kata dasar yang belum diberi
imbuhan dengan yang diberi imbuhan akan membentuk makna yang berbeda dan juga
kelas kata yang berbeda.
·
Contoh kalimat untukn prefiks ini ialah
Beni acok mangebo di kelas, artinya dalam bahasa Indonesia Beni selalu mengheboh
di kelas.
g. mem-
(dalam bahasa minang, prefiks ‘me’ berubah menjadi prefiks ‘mam-‘)
1) baco
+ mam- = mambaco
·
kata dasarnya ialah “baco” yang artinya
dalam bahasa Indonesia ialah “baca” dan menurut Depdiknas( 2008: 109) yaitu
eja.
·
ketika diberi prefiks “mam-“ membentuk
kata “mambaco” yang dalam bahasa Indonesia artinya “membaca” dan menurut Depdiknas(
2008: 109) yaitu melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis.
·
dari segi makna, kata “baco” atau “baca”
bermakna huruf, tulisan , dan lain-lain sedangkan kata “mambaco” atau “membaca”
bermakna aktivitas memahami isi dari yang tertulis.
·
dari segi kelas kata, kata “baco” atau
“baca” dan kata “mambaco” atau “membaca” sama-sama termasuk kelas kata
verba(kata kerja) karena sama-sama mencerminkan sebuah aktivitas atau
perbuatan.
·
jadi, dari kata “baco” atau “baca”
dengan kata yang sudah diberi prefiks “mam-“ akan membedakan makna tetapi
termasuk kelas kata yang sama.
·
Contoh kaliamat untuk prefiks ini ialah
urang nan sabagai pambaco Undang-undang Dasar 1945 iolah murik SD nan
tapiliah, artinya dalam bahasa Indonesia ialah orang yang sebagai pembaca Undang-undang
Dasar 1945 ialah murid SD yang terpilih.
2) buek
+ mam- = mambuek
·
kata dasarnya ialah “buek” yang artinya
dalam bahasa Indonesia ialah “buat” dan menurut Depdiknas( 2008: 213) yaitu kerjakan.
·
ketika ditambah prefiks “mam-“ membentuk
kata “mambuek” yang dalam bahasa Indonesia artinya “membuat” dan menurut
Depdiknas( 2008: 213) yaitu menciptakan.
·
dari segi makna, kata “buek” atau “buat”
bermakna melakukan seuatu sedangkan kata “mambuek” atau “membuat” bermakna
menghasilkan sesuatu.
·
dari segi kelas kata, kata “buek” atau
“buat” dan kata “mambuek” atau “membuat” sama-sama termasuk kelas kata
verba(kata kerja) karena makna dari kata ini merupakan sebuah proses atau
kegiatan.
·
jadi, kata “buek” atau “buat” ketika
diberi prefiks “mam-“ akan menciptakan perbedaan makna tetapi memiliki kelas
kata yang sama.
·
Contoh kalimat untuk prefiks ini ialah
amak acok mambuek jariang balado di rumah, artinya dalam bahasa
Indonesia ialah mama sering membuat sambal jengkol di rumah.
h. per-
(dalam bahasa minang tidak ada pemakain kata menggunakan prefiks “per-“ tetapi
menggunakan prefiks “pa-“)
1) maleh
+ pa- = pamaleh
·
kata dasarnya ialah “maleh” yang artinya
dalam bahasa Indonesia yaitu “malas” dan menurut Depdiknas( 2008: 867) yaitu tidak
mau mengerjakan sesuatu.
·
ketika ditambah prefiks “pa-“ membentuk
kata “pamaleh” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “pemalas” dan menurut
Depdiknas( 2008: 867) yaitu (orang) yang suka malas.
·
dari segi makna, kata “maleh” atau
“malas” bermakna sifat yang tidak mau beraktivitas sedangkan kata “pamaleh”
atau “pemalas” bermakna orang yang memiliki sifat malas
·
dari segi kelas kata, kata “maleh” atau
“malas” termasuk kelas kata adjektiva(kata sifat) karena pencerminan sebuah
sifat sedangkan kata “pemaleh” atau “pemalas” termasuk kelas kata nomina(kata
benda) karena kata yang mengacu kepada manusia.
·
jadi, ketika kata dasar contoh ini
diberi imbuhan prefiks “pa-“ akan membedakan makna dan kelas kata.
·
Contoh kalimat untuk prefiks ini ialah
jan manjadi urang nan pamaleh, artinya dalam bahasa Indonesia ialah
jangan menjadi orang yang pemalas.
2) ota
+ pa- = pangota
·
kata dasarnya ialah “ota” yang artinya
dalam bahasa Indonesia ialah “bohong” dan menurut Depdiknas( 2008: 203) yaitu tidak
sesuai dengan yang sebenarnya.
·
ketika ditambah prefiks “pa-“ membentuk kata
“pangota” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “pembohong” dan menurut
Depdiknas( 2008: 203) yaitu orang yang suka membohong.
·
dari segi makna, kata “ota” atau
“bohong” bermakna sebuah kepalsuan atau tidak seperti kenyataannya sedangkan
kata “pangota” atau “pembohong” bermakna objek yang suka memiliki sifat
tersebut.
·
dari segi kelas kata, kata “ota” atau
“bohong” termasuk kelas kata adjektiva(kata sifat) karena menjelaskan sebuah
sifat yang dimiliki seseorang sedangkan kata “pangota” atau “pembohong”
termasuk kelas kata nomina(kata benda) karena kata ini menggambarkan objek yang
memiliki sifat tersebut.
·
jadi, ketika kata dasar contoh ini
diberi imbuhan prefiks “pa-“ akan membedakan makna dan kelas kata.
·
Contoh kalimat untuk prefiks ini ialah
urang nan pambohong dijauahan jo urang lain, artinya dalam bahasa
Indonesia ialah orang yang pembohong dijauhkan oleh orang lain.
i.
ber-( dalam bahasa minang tidak ada
pemakain kata menggunakan prefiks “ber-“ tetapi menggunakan prefiks “ba-“)
1) samo
+ ba- = basamo
·
kata dasarnya ialah “samo” yang artinya
dalam bahasa Indonesia ialah “sama” dan menurut Depdiknas( 2008: 1211) yaitu
serupa.
·
ketika ditambha prefiks “ba-“ akan
membentuk kata “basamo” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “bersama” dan
menurut Depdiknas( 2008: 1212) yaitu serentak.
·
dari segi makna, kata “samo” atau “sama”
bermakna sesuatu keadaaan yang tidak berbeda sedangkan kata “basamo” atau
“bersama” bermakna kegiatan yang dilakukan dengan serentak.
·
dari segi kelas kata, kata “samo” atau
“sama” termasuk kelas kata adjektiva(kata sifat) karena termasuku adjektiva
pemeri sifat sedangkan kata “basamo” atau “bersama” termasuk kelas kata
verba(kata kerja) karena menggambarkan sebuah aktivitas.
·
jadi, ketika kata dasar contoh ini
diberi imbuhan prefiks “ba-“ akan membedakan makna dan kelas kata.
·
Contoh kalimat untuk prefiks ini ialah
apak basamo uda pai mambali tarompa, artinya dalama bahasa Indonesian ialah
bapak bersama abang pergi membeli sandal.
2) tanyo
+ ba- = batanyo
·
kata dasarnya ialah “tanyo” yang artinya
dalam bahasa Indonesia ialah “tanya” dan menurut Depdiknas( 2008: 1401) yaitu
permintaan keterangan.
·
ketika ditambah prefiks “ba-“ akan
membentuk kata “batanyo” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “bertanya”
dan menurut Depdiknas( 2008: 1401) yaitu meminta keterangan.
·
dari segi makna, kata “tanyo” atau “tanya” bermakna sebuah orang yang
meminta keterangan sedangkan kata “batanyo” atau “bertanya” bermakna kegiatan
untuk meminta keterangan.
·
dari segi kelas kata, kata “tanyo’ atau
‘tanya” termasuk nomina(kata benda) karena mengacu pada manusia sedangkan kata
“batanyo” atau “bertanya” termasuk kelas kata verba(kata kerja) karena
merupakan sebuah kegiatan atau aktivitas.
·
jadi,
ketika kata dasar contoh ini diberi imbuhan prefiks “ba-“ akan
membedakan makna dan kelas kata.
·
Contoh kalimat untuk prefiks ini ialah
Rudi acok batanyo ka uninyo bilo ado nan indak dimangaratinyo, artinya
dalam bahasa Indonesia ialah Rudi selalu bertanya ke kakaknya jika ada
yang tidak dimengertinya.
j.
ter- (dalam bahasa minang tidak ada
pemakain kata menggunakan prefiks “ter-“ tetapi menggunakan prefiks “ta-“)
1) ambiak
+ ta- = taambiak
·
kata dasarya ialah “ambiak” yang dalam
bahasa Indonesia ialah “ambil” dan menurut Depdiknas( 2008: 49) yaitu pegang
laku dibawa
·
ketika ditambah prefiks “ta-“ membentuk
kata “taambiak” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “terambil” dan
menurut Depdiknas( 2008: 49) yaitu sudah diambil.
·
dari segi makna, kata “ambiak” atau
“ambil” bermakna kegiatan memegang
kemudian dibawa sedangkan makna kata “taambiak” atau “terambil” bermakna tidak
secara sengaja membawanya.
·
dari segi kelas kata, kata “ambiak” atau
“ambil” dan kata “taambiak” atau “terambil” termasuk kelas kata verba( kata kerja)
karena menujukkan sebuah kegiatan
·
jadi, ketika kata dasar contoh ini
diberi imbuhan prefiks “ta-“ akan membedakan makna tetapi termasuk dalam kelas yang sama.
·
Contoh kalimat untuk prefiks ini ialah
denai taambiak labiah pitih apak, artinya dalam bahasa Indonesia ialah
saya terambil lebih duit bapak.
2) antuak
+ ta- = taantuak
·
kata dasarnya ialah “antuak” yang
artinya dalam bahasa Indonesia “antuk”dan menurut Depdiknas( 2008: 78) yaitu
bentur.
·
ketika ditambah prefiks “ta-“ membentuk
kata “taantuak” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah terantuk.
·
dari sagi makna, kata “antuak” atau
“antuk” bermakna terjadi benturan sedangkan kata “taantuak” atau “terantuk”
bermakna tidak sengaja tejadi benturan.
·
dari segi kelas kata, kata “antuak” atau
‘antuk” dan “terantuak” atau “terantuk” termsuk kelas kata verba(kata kerja)
karena kata ini merupakan kata percerminan sebuah aktivitas.
·
jadi, memunyai perbedaan makna tetapi
termasuk kelas kata yang sama saat kata dasarnya diberi prefiks “ta-“.
·
contoh kalimat untuk prefiks ini ialah
kapalo adiak tarantuak ka pintu, artinya kepala adik terantuk ke
pintu.
k. di-
1) mano
+ di = dimano
·
kata dasarnya ialah “mano” yang artinya
dalam bahasa Indonesia yaitu “mana” dan menurut Depdiknas( 2008: 869) yaitu
kata tanya untuk menanyakan salah seorang atau salah satu benda dan lain-lain.
·
ketika kata tersebut diberi tambah “di”
membentuk kata “dimano” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “dimana”.
·
dari segi makna, kata “mano” atau “mana”
dan “dimano” atau “dimana” sama-sama bermakna kata yang digunakan untuk
menyanyakan keberadaan seseorang atau sesuatu sedangkan kata.
·
dari segi kelas kata, kata “mano” atau
“mana” dan kata “dimano” atau “dimana” sama-sama termasuk kelas kata pronomina
karena kata yang dipakai untuk mengacu kepada nomina lain.
·
jadi, kata kata “mano” atau “mana” dan
kata “dimano” atau “dimana” memiliki perbedaan makna tetapi memiliki kesamaan
kelas kata.
·
Contoh kalimatnya dimano Reno
basuo jo mintuonyo?, artinya dimana Reno bertemu dengan mertuanya?.
2) siko
+ di- = disiko
·
kata dasarnya ialah “siko” yang artinya
dalam bahasa Indonesia ialah “sini” dan menurut Depdiknas( 2008: 1314) yaitu
tempat ini.
·
ketika kata dasar tersebut ditambah
prefiks “di-“ membentuk kata “disiko” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah
“disini”.
·
dari segi makna, kata “siko” atau “sini”
dan kata “disiko” atau “disini” bermakna penunjukkan keberadaan tempat yang
dicari.
·
dari segi kelas kata, kata “siko” atau
“sini” dan kata “disiko” atau “disini” termasuk kelas kata pronominal karena kata
yang dipakai untuk mengacu kepada nomina lain.
·
jadi, kata “siko” atau “sini” dan kata
“disiko” atau “disini” memiliki kesamaan makna dan kelas kata.
·
Contoh kalimatnya ialah disiko denai
dapek pitih tu, artinya disini saya dapat uang itu.



2. Infiks
-el- -in- -em- -er- -ah-
a.
–el-
1)
maleh + -el- =
maleleh
·
kata dasar dari
contoh di atas yaitu “maleh”. Dalam bahasa Indonesia, kata “maleh” berarti
“malas”. Menurut Depdiknas( 2008: 867) yang artinya tidak mau melakukan
sesuatu.
·
ketika kata
dasar tersebut diberi infiks “-el-“ akan membentuk kata “maleleh”. Hal ini juga
akan memengaruhi arti dan makan kata tersebut. dalam bahasa Indonesia artinya
“meleleh” dan menurut Depdiknas( 2008: 807) yaitu mengalir perlahan-lahan.
·
dari segi
makna, kata “maleh” atau “malas” bermakna suatu sifat yang tidak mau berusaha
ataupun melakukan sesuatu hal sedangkan kata “maleleh” atau “meleleh” bermakna
sebuah pergerakan sesuatu hal yang bersifat cair.
·
dari segi kelas
kata, kata “maleh” atau “malas” termasuk kelas kata adjektiva(kata sifat)
karena kata ini mencerminkan salah satu sifat yang dimiliki seseorang sedangkan
kata “maleleh” atau “meleleh” termasuk kelas kata verba (kata kerja) karena
dalam kata tersebut terdapat makan sebuah kegiatan atau peristiwa.
·
Jadi, ketika
kata dasar “maleh” diberi infiks “-el-” membentuk kata “maleleh” maka memunyai
perbedaan makna dan kelas kata ketika kata dasar tersebut diberi infiks.
·
Contoh
kalimatnya ai es tu maleleh katiko diangekan, artinya air e situ meleleh
ketika dipanaskan.
2)
lakeh + -el- =
lakela
·
kata dasar dari
contoh di atas yaitu “lakeh”. Dalam bahasa Indonesia, kata “lakeh” berarti “cepat”.
Menurut Depdiknas( 2008: 260) artinya dalam waktu singkat dapat menempuh jarak
cukup jauh.
·
ketika kata
dasar tersebut diberi infiks “-el-“ akan membentuk kata “lakela” yang artinya
dalam bahasa Indonesia ialah “lebih cepat” ataupun “memercepat” dan menurut
Depdiknas( 2008: 260) yaitu menjalankan lebih cepat dari kecepatan semual.
·
dari segi
makna, kata “lakeh” atau “cepat” bermakna dapat bergeeak dalam waktu yang
singkat sedangkan kata “lakela” atau “lebih cepat” bermakna bergerak dengan
waktu yang lebih singkat dari waktu yang sebelumnya.
·
dari segi kelas
kata, kata “lakeh” atau “cepat” termasuk kelas kata adjektiva (kelas kata
sifat) karena mampu menjelaskan kata benda menjali lebih spesifik sedangkan
kata “lakela” atau “lebih cepat” termasuk kelas kata verba (kata kerja) karena
menyatakan suatu perbuatan.
·
jadi, ketika
kata dasar “lakela” diberi infiks “-el-” membentuk kata “lakelah” maka memunyai
perbedaan makna dan kelas kata ketika kata dasar tersebut diberi infiks.
·
Contoh
kalimatnya ialah lakela jalan katiko sadang taburu-buru, artinya ialah memercepat
jalan ketika sedang terburu-buru.
b.
–in-
1)
sambuang + -in-
= sinambuang
·
kata dasarnya
ialah kata “sambuang” yang artinya dalam bahasa Indonesia yaitu “sambung” dan
menurut Depdiknas( 2008: 1214) ialah hubungkan.
·
ketika
ditambahkan infiks “-in-“ akan terbentuk kata “sinambuang” yang artinya dalam
bahasa Indonesia yaitu “sinambung” dan menurut Depdiknas( 1995: 1310) ialah
berlanjut.
·
dari segi
makna, kata “sambuang” atau “sambung” bermakna suatu kegiatan untuk menyatukan
sesuatu sedangkan kata “sinambuang” atau “sinambung” bermakna suatu kegiatan
yang berlangsung terus menerus.
·
dari segi kelas
kata, kata “sambuang” atau “sambung” dan kata “sinambuang” atau “sinambung”
sama-sama termasuk kelas kata verba(kata kerja” karena menyatakan suatu
kegiatan.
·
jadi, ketika
kata dasar “sambuang” diberi infiks “-in-“ membentuk kata “sinambuang” memiliki
perbedaan makna tetapi termasuk kelas kata yang sama.
·
Contoh
kalimatnya ialah pambahasan hari ko sinambuang jo pambahasan minggo
salanjuiknyo, artinya pembahasan hari ini saling berlanjut ke pembahasan minggu
selanjutnya.
2)
Kerajo + -in- =
kinerjo
·
kata dasar
contoh ini ialah “kerajo” yang dalam bahasa Indonesia artinya “kerja” dan
menurut Depdiknas( 2008: 681) yaitu kegiatan melakukan sesuatu.
·
ketika ditambah
infiks “-in-“ membentuk kata “kinerjo” yang artinya dalam bahasa Indonesia
ialah “kinerja” dan menurut Depdiknas( 2008: 700) yaitu sesuatu yang dicapai.
·
dari segi
makna, kata “kerajo” atau “kerja” bermakna sebuah aktivitas atau perbuatan
sedangkan kata “kinerjo” atau “kinerja” bermakna sebuah dapat melakukan sebuah
pencapaian.
·
dari segi kelas
kata, kata “kerajo” atau “kerja” dan “kinerjo” atau “kinerja” termasuk kelas kata verba(kata kerja) karena
menyatakan suatu kegiatan yang berlangsung dan sesuatu kegiatan yang
mendapatkan hasil.
·
jadi kata
“kerajo” atau “kerja” dan kata “kinerjo” atau “kinerja” memili perbedaan makna
tetapi termasuk kelas kata yang sama.
·
Contoh
kalimatnya ialah kinerjo satiok urang babedo-bedo, artinya dalam bahasa
Indonesia ialah kinerja setiap orang berbeda-beda.
c.
–em- (dalam
bahasa minang infiks –em- menjadi infiks –am-)
1)
gotar + -am- =
gamotar
·
kata dasarnya
ialah “gotar” dalam bahasa Indonesia artinya “getar”.
·
detika diberi
infiks “-am-“ memebentuk kata “gamotar” yang artinya dalam bahasa Indonesia
yaitu “gemetar”.
·
dari segi
makna, kata “gotar” atau “getar” bermakna gerakan yang berlangsung dengan
berulang-ulang dengan cepat sedangkan kata “gamotar” atau “gemetar” yaitu suatu
perasaan gugup.
·
dari segi kelas
kata, kata “gotar” atau “getar” termasuk kelas kata nomina(kata benda) karena
merujuk pada suatu benda sedangkan kata “gamotar” atau “gemetar” termasuk kelas
kata adjektiva (kata sifat” karena pencerminan suatu perasaan.
·
jadi, dari kata
“gotar” berubah menjadi “gamotar” memiliki makna dan kelas kata yang berbeda.
·
Contoh
kalimatnya kaki Anggi gamotar katiko di ateh pangguang, artinya kaki
Anggi gemetar ketika di atas panggung.
2)
kaluik + -am- =
kamaluik
·
kata dasarnya ialah
“kaluik” dalam bahasa Indonesia artinya “kelut”dan menurut Depdiknas( 2008:
660) yaitu kalut
·
ketika ditambah
infiks “-am-“ membentuk kata “kamaluik” ayang dalam bahasa Indonesia artinya
kemelut dan dalam menurut Depdiknas( 2008: 663) artinya keadaan berbahaya.
·
dari segi
makna, kata “kaluik” atau “kalut” bermakna suatu kekacauan sedangkan “kamaluik”
atau “kemelut” bermakna suatu kegiatan yang rumit.
·
dari segi kelas
kata, kata “kaluik” atau “kalut” termasuk kelas kata adjektiva(kata sifat)
karena penggambaran suatu sifat sedangkan kata verba(kata kerja) karena
mencerminkan sebuah kegiatan yang berlangsung.
·
jadi, kata
“kaluik” atau “kalut” ketika ditambah infiks –am- membentuk kata “kamaluik”
atau “kemelut”, memiliki makna dan kelas kata yang berbeda.
d.
–er-(dalam
bahasa minang infiks “-er-“ berubah menjadi infiks “-ar-”)
1)
kuduang + -ar-
= karuduang
·
kata dasar dari
contoh ini ialah “kuduang” dalam bahas Indonesia yaitu “kudung” dan dalam Depdiknas(
2008: 750) yaitu tudung kepala.
·
ketika ditambah
infiks “-ar-“ membentuk kata “karuduang” dalam bahasa Indonesia artinya
“kerudung”.
·
dari segi
makna, kata “kuduang” atau “kudung” dan kata “karuduang” atau “kerudung”
memiliki makna yang sama, yaitu suatu benda untuk melindungi kepala dari sinar
matahari.
·
dari segi kelas
kata, kata kuduang” atau “kudung” dan kata “karuduang” atau “kerudung”
sama-sama termasuk kelas kata nomina(kata benda) karena kata ini mengacu pada
suatu benda.
·
jadi, antara
kuduang” atau “kudung” dengan kata “karuduang” atau “kerudung” memiliki makna dan
kelas kata yang sama.
·
Contoh
kalimatnya ialah denai mamakai karuduang kuniang, artinya dalam bahasa
Indonesia ialah saya memakai kerudung kuning.
2)
suliang + -ar-
= saruliang
·
kata dasarnya
ialah “suliang” yang artinya dalam bahasa Indonesia yaitu “suling” dan menurut
Depdiknas( 2008: 1351) yaitu menyuling.
·
ketika ditambah
infiks “-ar-“ akan membetuk kata “saruliang” yang artinya dalam bahasa Indonesia
“seruling” dan menurut Depdiknas( 2008: 1291) yaitu alat music tiup yang
terbuat dari buluh.
·
dari segi makna,
kata “suliang” atau “suling” bermakna suatu kegiatan perpindahan dari satu
tempat ke tempat yang lain sedangkan kata “saruliang” atau “seruling” bermakna
sebuah alat music yang dimainkan dengan ditiup.
·
dari segi kelas
kata, kata “suliang” atau “suling” termasuk kelas kata verba(kata kerja) karena
penggambaran sebuah kegiatan sedangkan kata “saruliang” atau “seruling”
termasuk kelas kata nomina(kata benda) karena termasuk sebuah alat.
·
jadi, kata
“suliang” atau “suling” ditambah infiks “-ar-“ menghasilkan kata “saruliang”
sehingga ketika di beri infiks maka makna dan kelas katanya akan berubah.
·
Contoh
kalimatnya ialah pamain saruliang tu bamulo dari lua nagari, artinya
dalam bahasa Indonesia ialah pemain seruling itu berasal dari luar
negeri.
e.
–ah-
Dalam bahasa
minang tidak ada kata-kata yang menggunakan infiks –ah-
3. Sufiks


-nya -I -kan -an
a.
–nya (dalam
bahas minang sufiks –nya berganti menjadi sufiks -nyo
1)
rancak + -nyo =
rancaknyo
·
kata dasarnya
ialah “rancak” dalam bahas Indonesia artinya “bagus” dan menurut Depdiknas(
2008: 114) yaitu baik sekali.
·
ketika ditambah
sufiks “-nyo” membentuk kata “rancaknyo”dalam bahasa Indonesia artinya
“bagusnya”.
·
dari segi
makna, kata “rancak” atau “bagus” dan kata “rancaknyo” atau “bagusmya”
sama-sama bermakna sesuatu yang menjelaskan keindahan.
·
dari segi kelas
kata, kata “rancak” atau “bagus” dan kata “rancaknyo” atau “bagusmya” sama-sama
termasuk kelas kata adjektiva (kata sifat) karena contoh ini termasuk adjektiva
batin.
·
jadi kata kata
“rancak” atau “bagus” dan kata “rancaknyo” atau “bagusmya” memiliki persamaan
makna dan kelas kata.
·
Contoh
kalimatnya rancaknyo indak ikuik campua urusan urangtuo, artinya bagusnya
tidak ikut campur urusan orangtua.
2)
jauah + -nyo =
jauahnyo
·
kata dasarnya
ialah “jauah” dalam bahasa Indonesia artinya “jauh” dan menurut Depdiknas( 2008:
571) yaitu panjang antaranya (jaraknya).
·
ketika ditambah
sufiks –nyo akan membentuk kata “jauahnyo” yang artinya dalam bahasa Indonesia
yauitu “jauhnya”.
·
dari segi makna,
kata “jauah” atau “jauh” dan kata “juahnyo” atau “jauhnya” memiliki makna jarak
yang tidak dekat.
·
dari segi kelas
kata, kata “jauah” atau “jauh” dan kata “juahnyo” atau “jauhnya” termasuk kelas
kata adjektiva(kata sifat) karena termasuk adjektiva jarak.
·
jadi, jauah”
atau “jauh” dan kata “juahnyo” atau “jauhnya” memiliki persamaan makna dan
kelas kata.
·
Contoh
kalimatnya ialah jauahnyo rumah kawan indak masalah untuak manolongnyo
katiko inyo sadang susah, artinya jauhnya rumah teman tidak masalah
untuk menolong ketiko dia sedang susah.
b.
–i
1)
kama + -I =
kamai
·
kata dasarnya
ialah “kama” dalam bahasa Indonesia artinya “kemana”.
·
ketika ditambah
infiks “-I” membentuk kata “kamai” dalam bahasa Indonesia artinya “kemari” atau
“kesini”.
·
dari segi
makna, kata “kama” atau “kemana” bermakna menanyakan arah yang akan dituju
sedangkan kata “kamai” atau “kesini” bermakna kata perintah.
·
dari segi kelas
kata, kata “kama” atau “kemana” termasuk kelas kata interogativa (kata tanya)
sedangkan“kamai” atau “kesini” termasuk kelas kata seru (kata perintah)
·
jadi, kata
“kama” atau “kemana” dan “kamai” atau “kesini” memiliki perbedaan makna dan
kelas kata.
·
Contoh
kalimatnya ialah kamai ang sabanta, denai nio mangecek, artinya dalam
bahasa Indonesia ialah kemari kamu sebentar, saya mau berbicara.
c.
–kan
1)
haluih + -kan =
haluihkan
·
kata dasarnya
ialah “haluih” dalam bahasa Indonesia artinya “halus” dan menurut Depdiknas(
2008: 477) artinya lumat.
·
ketika kata
tersebut diberi sufiks “-kan” maka membentuk kata “haluihkan” yang dalam bahasa
Indonesia artinya “haluskan”.
·
dari segi
makna, kata “haluih” atau “halus” bermakna sesuatu yang bersifat lembut atau
tidak kasar sedangkan kata “haluihkan” atau “haluskan” bermakna sesuatu
perintah untuk membuat menjadi halus
·
dari segi kelas kata, kata “haluih” atau “halus”
termasuk kelas kata adjektiva (kata sifat) karena bagian dari adjektiva cerapan
pada bagian perabaan sedangkan kata “haluihkan” atau “haluskan” termasuk kelas
kata seru (kata perintah).
·
jadi, kata
“haluih” atau “halus” ketika ditambah sufiks “-kan” membentuk kata “haluihkan”
atau “haluskan” akan menyebabkan perbedaan makna dan kelas kata.
·
Contoh
kalimatnya ialah ang haluihan kapua tu!, artinya ialah kamu haluskan kapur
itu.
2)
samo + -kan =
samokan
·
kata dasarmnya
ialah “samo” dalam bahasa Indonesia artinya “sama” dan menurut Depdiknas( 2008:
1211) yaitu serupa.
·
ketika ditambah
sufiks “-kan” maka membentuk kata “samokan” yang dalam bahasa Indonesia artinya
“samakan”.
·
dari segi
makna, kata “samo” atau ”sama” bermakna tidak ada yang berlainan ataupun
seimbang sedangkan kata “samokan” atau “samakan” bermakna perintah untuk
membuat hal atau sesuatu tersebut serupa.
·
dari segi kelas
kata, kata “samo” atau “sama” termasuk kelas kata adjektiva (kata sifat) karena
akan memberikan keterangan terhadap nomina sedangkan kata “samokan” atau
“samakan” merupakan kelas kata seru (kata perintah).
·
jadi, ketika
kata samo” atau “sama” diberi sufiks “-kan” akan membentuk kata “samokan” atau
“samakan” yang akan membedakan makna dan kelas kata.
·
Contoh
kalimatnya ialah tarompa nan kiri samoan jo tarompa nan kanan, artinya
ialah sandal yang kiri samakan dengan sandal yang kanan.
d.
–an
1)
lalok + -an =
lalokan
·
kata dasarnya
ialah “lalok” yang artinya dalam bahasa Indonesia yaitu “tidur” dan menurut
Depdiknas( 2008: 1460) artinya keadaan berhenti badan dan kesadarannya.
·
ketika ditambah
sufiks “-an” akan membentuk kata “lalokan” yang dalam bahasa Indonesia yaitu
“tidurkan”.
·
dari segi
makna, kata “lalok” bermakna kegiatan dari segi fisik dan batiniah sedangkan
kata “lalokan” atau “tidurkan” bermakna membawa tidur.
·
dari segi kelas
kata, kata “lalok” atau “tidur” ternasuk kelas kata nomina (kata benda)
sedangkan kata “lalokan” atau “tidurkan” termasuk kelas kata verba (kata
kerja).
·
jadi, kata
“lalok” atau “tidur” ditambah sufiks “-kan” membentuk kata “lalokan” atau
“tidurkan” akan membedakan pembentukan makna kata dan kelas kata.
·
Contoh
kalimatnya ialah, amak lalokan adiak di kama, artinya ialah mama tidurkan
adik di kamar.
2)
angek + -an =
angekan
·
kata dasarnya
yaitu “angek” dalam bahasa indonesai artinya “panas” dan menurut Depdiknas(
2008: 1007) yaitu terasa seperti terbakar.
·
ketika kata
dasar ini ditambah sufiks “-an” membentuk kata “angekan” yang dalam bahasa
Indonesia artinya “panaskan”.
·
dari segi
makna, kata “angek” atau “panas” bermakna keadaan atau hal yang dirasakan oleh
fisik atau mental dengan suhu relatif tinggi sedangkan kata “angekan” atau
“panaskan” bermakna sebuah kegiatan untuk memanaskan sesuatu.
·
dari segi kelas
kata, kata “angek” atau “panas” termasuk kelas kata adjektuva (kata sifat)
karena termasuk adjktiva pemeri sifat sedangkan kata “angekan” atau ‘panaskan”
termasuk kelas kata verba (kata kerja) karena mencerminkan sebuah kegiatan.
·
jadi, ketika
kata “angek” atau “panas” ditambah sufiks “-an” membentuk kata “angekan” atau
“panaskan” akan menghasilkan perbedaan makna dan kelas kata.
·
Contoh
kalimatnya ialah amak sadang angekan samba tadi malam, artinya ialah
mama sedang panaskan sambal tadi malam.
4. Konfiks
a.
konfiks
gabungan
1)
paelokan

paelokan
-an elok =
elokan
pa- elokan =
paelokan
·
kata “paelokan”
dalam bahasa Indonesia artinya “perbaikan” (prefiks per- dalam bahasa Indonesia
berganti menjadi prefiks pa- dalam bahasa minang).
·
kata dasar dari
contoh ini ialah “elok” dalam bahasa Indonesia artinya “baik” dan menurut
Depdiknas( 2008: 118) yaitu patut.
·
jika ditambah
sufiks “-an” akan membentuk kata “elokan” yang artinya dalam bahasa Indonesia
ialah “baikan”.
·
ketika kata
“elokan” ditambah prefiks “per-“ atau “pa-“ maka membentuk kata “paelokan” yang
artinya dalam bahasa Indonesia ialah “perbaikan”.
·
makna dari kata
“elok” atau “baik” ialah sebuah keteraturan atau keindahan, kata “elokan” atau
“baikan” bermakna saling memaafkan dan kata “paelokan” atau “perbaikam” bermakna
kegiatan memerbaiki sesuatu.
·
dari segi kelas
kata, kata “elok” atau “baik” termasuk kelas kata adjektiva (kata sifat) sikap
batin, kata “elokan” atau “baikan” termasuk kelas kata seru (kata perintah)
sedangkan kata “paelokan” atau “perbaikan” termasuk kelas kata nomina(kata
benda).
·
jadi, dari kata
dasar tersebut ketika ditambah imbuhan prefiks dan sufiks akan membedakan makna
dan kelas kata.
2)
pambacoan

pambacoan
-an baco = bacoan
pam-
bacoan = pambacoan
·
kata
“pambacoan” dalam bahasa Indonesia artinya “pembacaan” (prefiks pem- dalam
bahasa Indonesia berubah menjadi prefiks pam- dalam bahasa Indonesia).
·
kata dasar dari
contoh ini adalah “baco” yang dalam bahasa Indonesia artinya “baca” dan menurut
Depdiknas( 2008: 109) yaitu eja.
·
ketika kata
dasar ini diberi sufiks “-an“ membentuk kata “bacoan” yang dalam bahasa
Indonesia artinya “bacaan” dan menurut Depdiknas( 2008: 110) artinya (buku dan
sebagainya) yang dibaca.
·
setelah diberi
imbuhan sufiks “-an” lalu ditambah prefiks “pem-“ akan membentuk kata
“pambacoan” yang dalam bahasa Indonesia artinya “pembacaan” dan menurut
Depdiknas( 2008: 110) yaitu perbuatan membaca.
·
dari segi
makna, kata “baco” atau baca” bermakna melisankan huruf-huruf atau angka-angka yang
tertulis di dalam kertas, kata “bacoan” atau “bacaan” bermakna segala sesuatu
yang dibaca sedangkann “pambacoan” atau “pembacaan” bermakna proses membaca.
·
dari segi kelas
kata, kata “baco” atau “baca”termasuk kelas kata verba(kata kerja), kata
“bacoan” atau “bacaan” termasuk kelas kata nomino(kata benda) sedangkan kata
“pambacoan” atau “pembacaan” termasuk kelas kata nomina(kata benda).
·
jadi, dari kata
dasar tersebut ketika ditambah imbuhan prefiks dan sufiks akan membedakan makna
dan kelas kata.
b.
konfiks apitan
1)
penyamoan

penyamoan
-an samo = samoan
pe- samoan = penyamoan
·
kata
“penyamoan” dalam bahasa Indonesia artinta “persamaan”
·
kata dasar dari
contoh ini ialah “samo” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “sama” dan
menurut Depdiknas( 2008: 1211) yaitu serupa.
·
ketika ditambah
sufiks “-an” akan membentuk kata “samoan” yang artinya dalam bahasa Indonesia
ialah “samaan” atau “samakan” kata ini merupakan kata tidak baku karena tidak
tertera menurut Depdiknas.
·
jika ditambah
prefiks “per” membentuk kata “penyamoan” ayang dalam bahasa Indonesia artinya
“persamaan” dan menurut Depdiknas( 2008: 1212) yaitu prihal memersamakan.
·
dari segi
makna, kata “samo” atau “sama” bermakna tidak berbeda, kata “samoan” atau
“samakan” bermakna perintah buntuk membuat sama sedangkan kata “penyamoan” atau
“persamaan” bermakna memersamakan.
·
dari segi kelas
kata, kata “samo” atau “sama” termasuk kelas kata nomina(kata benda), kata
“samoaan” atau “samakan” termasuk kelas kata seru (kata perintah) sedangkan
kata “penyamoan” atau “persamaan” termasuk kelas kata nomina(kata benda).
·
jadi, dari kata dasar tersebut ketika ditambah
imbuhan prefiks dan sufiks akan membedakan makna dan kelas kata.
2)
Patangguangjawaban

Patangguangjawaban
-an tanggangjawab
= tangguangjawaban
pa-
tangguangjawaban =
patangguangjawaban
·
kata
“patangguangjawaban” artinya dalam bahasa Indonesia ialah “pertanggungjawaban”
(dalam bahasa Indonesia prefiks “per-“ akan berubahah menjadi prefiks “pa-“
dalam bahasa minang).
·
kata dasar
contoh ini ialah “tangguangjawab” dalam bahasa Indonesia artinya
“tanggungjawab” dan menurut Depdiknas( 2008: 1398) yaitu keadaan wajib
menanggung segala sesuatunya.
·
ketika ditambah
sufiks “-an” membentuk kata “tangguangjawaban”yang artinya dalam bahasa
Indonesia yaitu “tanggungjawaban” tetapi kata ini tidak kata baku karena tidak
tertera menurut Depdiknas.
·
ketika ditambah
prefiks “per-”atau “pa-“ membentuk kata “patangguangjawaban” yang dalam bahasa
indonesia artinya “pertanggungjawaban” dan menurut Depdiknas( 2008: 1398) yaitu
perbuatan bertanggungjawab
·
dari segi
makna, kata “tangguangjawab” atau “tanggungjawab” bermakna sikap menanggung
segala hal, kata “tangguangjawaban” atau “tanggungjawaban” tidak memiliki makna
sedangkan kata “patangguangjawaban” atau “pertanggungjawaban” bermakna sesuatu
yang dipertanggungjawabkan.
·
dari segi kelas
kata, kata “tangguangjawab” atau “tanggungjawab” dan kata “patangguangjawaban”
atau “pertanggungjawaban”, sama-sama termasuk kelas kata nomina(kata benda).
·
jadi, ketika
kata dasar ditambah prefiks dan sufiks akan membentuk kelas kata yang sama
tetapi makna yang berbeda.
Simulfiks
(dalam bahasa minang)
1.
mancaliak caliak
analisis:
·
kata dasar dari
contoh ini ialah “caliak” yang artinya dalam bahasa Indonesia yaitu “lihat” dan
menurut Depdiknas( 2008:826) yaitu melihat.
·
Kata
tururnannya ialah “mancaliak” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah
“melihat” dan menurut Depdiknas( 2008: 826) yaitu menggunakan mata untuk
memandang.
·
Contoh
kalimatnya: tadi malam denai pai mancaliak urang bacakak artinya tadi
mala saya pergi melihat orang berkelahi.
2.
Maribuik
ribuik
Analisis:
·
Kata dasaranya
ialah “ribuik” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “ribut” dan menurut
Depdiknas( 2008: 1174) yaitu sibuk sekali dan kata turunannya ialah “maribuik”
yang artinya “meribut”.
·
Contoh
kalimatnya Feri acok maribuik di kelas, artinya dalam bahasa Indonesia
ialah Feri sering meribut di kelas.
3.
Mangamuak
ngamuak
Analisis:
·
kata “ngamuak”
artinya “ngamuk” dan pada kata “mangamuak” berarti “mengamuk” yang menurut Depdiknas(
2008: 55) yaitu menyerang dengan membabi buta.
·
Contoh
kalimatnya Jawi Pak Erwan mangamuak di lapangan artinya sapi pak Erwan mengamuk
di lapangan.
4.
Mangaluihan aluihan
Analisis:
·
Kata “aluihan”
artinya “aluskan sedangkan kata “mangaluihan” artinya “menghaluskan” dan
menurut Depdiknas( 2008: 477) artinya membuat menjadi halus.
·
Contoh
kalimatnya amak sadang mangaluihan ketumba di dapua artinya mama sedang mengaluskan
ketumbar di dapur
5.
Malalokan lalokan
Analisis:
·
Kata “lalokan”
yang artinya “tidurkan” sedangkan kata “malalokan” artinya “menidurkan” dan
menurut Depdiknas( 2008: 1460) artinya membawa tidur
·
Contoh
kalimatnya amak sadang malalokan adiak di kama artinya mama sedang menidurkan
adik di kamar.
Verba
(dalam bahasa minang)
A.
Verba dari segi
prilaku semantisnya, menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 88-89)
1.
Inheren
a)
mandakek
·
Dani mandakek
ka apaknyo (dalam bahasa minang)
·
Dani mendekat
ke bapaknya (dalam bahasa minang)
analisis:
·
Verba
inherennya terletak pada kata “mandakek”(kata yang dimiringkan)
·
Kata dasar dari
kata ini ialah “dakek” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “dekat” dan
menurut Depdiknas( 2008: 305) yaitu pendek.
·
Makna dari kata
“dakek” atau “dekat” ialah jarak yang tidak jauh.
·
Kelas kata dari
kata dasar ini ialah kelas kata adjektiva(kata sifat) ketika diberi prefiks “
man-“ maka membentuk kata “mandakek”, hal ini akan mengubah makna dan kelas
kata.
·
Kata “mandakek”
dalam bahasa Indonesia artinya “mendekat”
dan menurut KBBI yaitu datang menghampiri.
·
Makna dari kata
“mandakek” atau “mendekat” yaitu bergerak dari jarak jauh ke jarak dekat.
·
Kelas kata dari
kata “mandakek” atau “mendekat” termasuk kelas kata verba(kata kerja).
·
Dari contoh
kalimat diatas, bahwa seseorang bernama Dani datang menghampiiri bapaknya atau
ayahnya.
b)
mambali
·
Rino mambali
kalapo mudo untuk mak dang (dalam bahasa minang)
·
Rino membeli kelapa muda untuk paman kelapa muda(dalam
bahasa Indonesia)
analisis:
·
Verba
inherennya terletak pada kata “mambeli”(kata yang dimiringkan)
·
Kata dasar dari
kata ini ialah “bali” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “beli” dan
menurut Depdiknas( 2008: 163) yaitu memiliki sesuatu dengan membayar.
·
Makna dari kata
“bali” atau “beli” ialah memeroleh sesuatu dengan memberikan uang.
·
Kelas kata dari
kata dasar ini ialah kelas kata verba(kata kerja) ketika diberi imbuhan prefiks
“mam-“ membentuk kata “mambali” yang artinya “membeli”. Ketik kata dasar
tersebut diberi prefiks “mam-“ tidak
merubah makna dan kelas kata.
·
Kata “mambali”
dalam bahasa Indonesia artinya “membeli” dan menurut Depdiknas( 2008: 163) yaitu memerolah sesuatu dengan penukaran
dengan uang.
·
Makna dari kata
“mambali” atau “membeli” bermakna kegiatan memeroleh yang diinginkan dengan
menukarnya melalui uang.
·
Kelas kata
“mambali” atau “membeli” yaitu kelas kata verba(kata kerja) karena merupakan
sebuah kegiatan.
·
Dari contoh
kalimat di atas, menjelaskan bahwa Rino melakukan pembayaran untuk memeroleh
kelapa muda, yang nantinya kelapa muda tersebut diberikan kepada paman.
2.
Inheren proses
a)
tajatuah
·
uda tajatuah
ka parik(dalam bahasa minang)
·
abang terjatuh
ke parit(dalam bahasa Indonesia)
analisis:
·
verba inheren
prosesnya terjadi pada kata “tajatuah” (kata yang dimiringkan)
·
kata dasarnya
ialah “jatuah” yang artinya dalam bahasa Indonesia “jatuh” an menurut
Depdiknas( 2008: 570) yaitu meluncur ke
bawah dengan cepat karena gravitasi bumi.
·
Makna dari kata
“jatuah” atau “jatuh” bermakna terlepas dan jatuh ke bawah dengan cepat.
·
Kelas kata dari
kata dasar ini ialah kelas kata verba( kata kerja) dan ketika kata dasar ini
diberi prefiks “ta-“ (dalam bahasa Indonesia dikenal dengan prefiks ter-) maka
membentuk kata “tajatuah” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “terjatuh”
dan menurut Depdiknas( 2008: 571) yaitu jatuh( tiba-tiba, tidak sengaja, tidak
diniatkan).
·
Kata “tajatuah”
atau “terjatuh” bermakna tidak secara kesengajaan meluncur ke bawah dengan
cepat.
·
Jadi, kata
“jatuah” atau “jatuh” dengan kata “ tajatuah” atau “terjatuh” memiliki
perbedaan makna.
·
Dari contoh kalimat di atas, menjelaskan bahwa
abang tidak sengaja meluncur atau jatuh ke dalam parit.
b)
Maningga
·
Etek maningga
salasai sambahnyang subuah(dalam bahasa minang)
·
Tante meninggal
selesai sholat subuh(dalam bahasa Indonesia)
analisis:
·
Verba inheren
prosesnya ialah “maningga” (kata yang dicetak miring)
·
Kata dasarnya
ialah “tingga” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “tinggal” dan menurut
Depdiknas( 2008: 1467) yaitu masih tetap ditempatnya.
·
Kelas kata ini
ialah kata verba (kata kerja). Ketika diberi prefiks “ma-“ akan membentuk kata
“ma-“ membentuk kata “maningga” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah
“meninggal” dan menurut Depdiknas( 2008: 1468) yaitu mati
·
Kata “maningga”
atau “meninggal” bermakna berpulang ke rahmatullah atau telah dipanggil sang
pencipta
·
Kelas kata
“maningga” atau “meninggal” yaitu kata verba (kata kerja)
·
Jadi, jelas
sekali bahwa ketika kata “jatuh” diberi prefiks “ma-“ akan membentuk perbedaan
maknanya tetapi termasuk kelas kata yang sama.
·
Dari contoh
kalimat di atas, menjelaskan bahwa tante telah dipanggil tuhan atau meninggal
dunia setelah beliau sholat subuh.
3.
inheren keadaan
a.
suko
·
denai suko caliak amak katiko sanang(dalam bahasa minang)
·
saya suka liah mama ketika senang atau bahagia( dalam
bahasa Indonesia)
analisi:
·
inheren keadaan
ialah “suko”(kata dicetak miring)
·
kata “suko”
dalam bahasa Indonesia artinya “suka” dan menurut Depdiknas( 2008: 1349)
artinya keadaan senang.
·
Kata ini
merupakan kelas kata adjektiva(kata sifat) walau kata ini merupakan kelas kata
sifat tetapi kata ini termasuk verba keadaan karena dapat dibedakan dari
pemberian prefiks “ter-“ jika kata sifat bisa dimasukkan prefiks ‘ter-“ berarti
kata tersebut dikatakan adjektiva tetapi jika tidak bisa ditambah prefiks
“ter-“ bisa dikatakan verba keadaan. Maka kata “suka” tidak bisa diberi prefiks
“ter” sehingga kata ini termasuk verba keadaa.
·
Dari contoh
kalimat tersebut, menjelaskan bahwa seseorang yang bertindak sebagai “saya”
marasa bahagia ketika melihat mama atau ibunya senang.
b.
Baguno
·
Oto baguno
untuak talinduang dari angeknyo matahari (dalam bahasa minang)
·
Mobil berguna
untuk terlindung dari panasnya matahari (dalam bahasa Indonesia)
analisis:
·
Inheren keadaan
“baguno” (kata dicetak miring).
·
Kata dasarnya
ialah “guno” yang artinya dalam bahasa Indonesia “guna” dan menurut Depdiknas(
2008: 466) yaitu manfaat.
·
Kelas kata
dasar ini ialah kata nomina (kata benda). Ketika kata dasar ini diberi prefiks
“ba-” atau dalam bahasa Indonesia dikenal prefiks “ber-” maka membentuk kata
“baguno” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “berguna” dan menurut
Depdiknas( 2008: 466) yaitu bermanfaat.
·
Ketika kata
nomina tersebut diberi prefiks “ba-“ atau ‘ber” terjadi perubahan kelas kata
yaitu menjadi kata verba(kata kerja)
·
Jadi, ketika
kata dasar tersebut diberi prefiks maka terjadi perubahan kelas kata yaitu dari
kelas kata nomina menjadi kelas kata verba sehingga kata ini termasuk verba
inheren keadaa.
·
Dari contoh
kalimat di atasa, menjelaskan bahwa mobil memunyai manfaat untuk terlindung
dari panasnya sinar matahari yang dipancarkan.
B.
Verba dari segi
perilaku sintaktisnya menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 90-97).
1.
Verba transitif
a.
dalam bahasa
minang: aktif: denai sadang mancari kaba sabananyo.
pasif: kaba sabananyo
sadang denai cari.
dalam bahasa Indonesia:
aktif: saya sedang mencari berita sebenarnya.
pasif: berita seberarnya(fakta) sedang
saya cari.
analisis:
·
verba
transisitif dari contoh inin ialah “mancari” yang artinya dalam bahasa
Indonesia ialah “mencari” dan menurut Depdiknas( 2008: 245) yaitu berusaha
mendapatkan
·
kata ini
berasal dari kata “cari” yang artinya dalam Depdiknas( 2008: 245) yaitu temukan
sesuatu.
·
Kata “mancari”
atau “mencari diikuti oleh nomina(kata benda) yaitu “kaba sabananyo” yang
artinya “kabar sebenarnya.
·
Ketika menjadi
kalimat pasif maka akan terjadi penukaran tempat yaitu yang bertindak sebagai
objek akan menjadi subjek dalam kalimat pasif yaitu terletak pada kata “kaba
sabananyo” atau “berita sebenarnya” yang bertindakn sebagai objek berubah menjadi
subjek dalam kalimat pasif dapat terlihat dari peletakan kata tersebut di awal
kalimat sedangkan kata “mancari” atau “mencari” berubah peletakannya yaitu
berada di akhir kalimat dan kembali menjadi kata dasar.
·
Contoh kalimat
di atas menjelaskan bahwa sedang berusaha untuk menemukan fakta
b.
dalam bahasa
minang: aktif: uni sadang mambarasiahan oto baru
pasif: oto baru sadang dibarasiahan uni
dalam
bahasa Indonesia: aktif: kakak sedang membersihkan mobil baru
pasif: mobil baru sedang dibersihkan kakak
analisis:
·
verba transitif
dari contoh ini ialah “mambarasiahan” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah
“membersihkan” dan menurut Depdiknas( 2008: 181) yaitu membuat supaya bersih.
·
Kata ini
berasal dari kata “barasiah” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “bersih”
dan menurut Depdiknas( 2008: 180) yaitu bebas dari kotoran.
·
Kata
“mambarasiahan” atau “membersihkan” diikuti oleh nomina(kata benda) yaitu kayta
“oto baru” atau “mobil baru”.
·
Ketika menjadi
kalimat pasif maka akan terjadi penukaran tempat yaitu yang bertindak sebagai
objek akan menjadi subjek dalam kalimat pasif yaitu terletak pada kata “oto
baru” atau “mobil baru” yang bertindak sebagai objek berubah menjadi subjek
dalam kalimat pasif sedangkan kata “mambarasiahan” berubah dari segi prefiksnya
yaitu menjadi “:dibarasiahan” yang artinya dalam bahasa indonesia yaitu
“dibersihkan” hal ini berubah menjadi objek dalam kalimat pasif.
·
Contoh kalimat
di atas menjelaskan bahwa kakak sedang melakukan pembersihan pada mobil barunya
1)
Verba ekatransitif
a.
dalam bahasa
minang:
aktif: Pebri sadang maelokan lampu nan ado di dapan rumah
pasif: lampu nan ado di dapan rumah sedang dipaelokan Pebri
dalam bahasa Indonesia:
aktif: Perbri sedang memerbaiki lampu yang ada di depan
rumah
pasif: lampu yang ada di depan rumah sedang diperbaiki Pebri
analisis:
·
verba
ekatransitif pada contoh ini ialah “maelokan” yang artinya dalam bahasa
Indonesia ialah “memerbaiki” dan menurut Depdiknas( 2008: 119) yaitu
membetulkan.
·
Kata dasarnya
ialah “elok” yang artinya dalam bahasa Indonesia yaitu “baik” dan menurut
Depdiknas( 2008: 118) yaitu patut. Ketika kata dasar ini diberi prefiks “ma-“
membentuk kata “memerbaiki”, dari kata tersbut huruf “p” melebur atau “hilang”
karena huruf “k”, “t”, s”, dan “p” akan hilang jika adanya penambahan prefiks
ketika setelah huruf tersebut merupakan bunyi vocal.
·
Kata “maelokan”
atau “memerbaiki” diikuti oleh satu objek yaitu “lampu”
·
Ketika menjadi
kalimat pasif maka akan terjadi penukaran tempat yaitu yang bertindak sebagai
objek akan menjadi subjek dalam kalimat pasif yaitu terletak pada kata “lampu
yang ada di depan rumah” atau “lampu nan adao di dapan rumah” yang bertindak
sebagai objek berubah menjadi subjek dalam kalimat pasif sedangkan kata
“maelokan” berubah dari segi prefiksnya yaitu menjadi “:dipaeloka” terdapat dua
prefiks yaitu prefiks “di-“ dan “pa-“ yang artinya dalam bahasa indonesia ialah
”diperbaiki” dan bertindak sebagai objek dalam kalimat pasif.
·
Contoh kalimat
di atas menjelaskan bahwa Pebri sedang melakukan perbaikan terhadap lampu yang
ada di depan rumah.
b.
dalam bahasa
minang
aktif: denai sadang mangarajoan tugas morfologi
pasif: tugas morfologi sadang denai karajoan
dalam bahasa Indonesia
aktif: saya sedang mengerjakan tugas morfologi
pasif: tugas morfologi sedang saya kerjakan
analisis:
·
verba
ekatransitif dari contoh ini ialah “mangarajoan” yang artinya dalam bahasa
Indonesia ialah “mengerjakan” dan menurut Depdiknas( 2008: 681) yaitu
melaksanakan.
·
Kata dasar dari
contoh ini ialah”karajo” atau dalam bahasa Indonesia yaitu “kerja” yang menurut
Depdiknas( 2008: 681) yaitu kegiatan
melakukan sesuatu.
·
Kata
“mangarajoan” atau “mengerjakan” diikuti oleh satu objek yaitu “tugas”
·
Ketika menjadi
kalimat pasif maka akan terjadi penukaran tempat yaitu yang bertindak sebagai
objek akan menjadi subjek dalam kalimat pasif yaitu terletak pada kata “tugas
morfologi” yang bertindak sebagai objek berubah menjadi subjek dalam kalimat
pasif sedangkan kata “mangarajoan” berubah dari segi sisipan imbuhan yaitu
menjadi “karajoan” yaitu terdapat sufiks “-an“ yang artinya dalam bahasa
indonesia ialah ”kerjakan” dan bertindak sebagai objek dalam kalimat pasif.
·
Contoh kalimat
di atasa menjelaskan bahwa sedang
melakukan atau melaksanakan tugas morfologi.
2)
Verba
dwitransitif
a.
dalam bahasa
minang: aktif: uni nio mambalian adiak sapatu baru
pasif: sapatu baru
adiak nio dibali uni
dalam bahasa
Indonesia: aktif: kakak akan membelikan adik sepatu baru
pasif: sepatu baru adik akan dibeli
kakak
analisis:
·
verba
dwitransitif contoh ini ialah “mambalian” yang artinya dalam bahasa Indonesia
ialah “membelikan” dan menurut Depdiknas( 2008: 163) yaitu membeli untuk:
·
kata dasar dari
contoh ini ialah “bali” yang artinya dalam bahasa Indonesia yaitu “beli” dan
menurut Depdiknas( 2008: 163) yaitu memiliki sesuatu dengan membayar.
·
Contoh ini
memiliki dua nomina, yaitu “uni” atau dalam bahasa Indonesia “kakak” dan”adiak”
yang dalam bahasa Indonesia artinya “adik” dan sebagai pelengkap ialah “sapatu
baru” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “sepatu baru”.
b.
dalam bahasa
minang: aktif: amak sadang maambiakan samba untuak uda
Pasif: samba untuak
uda sadang diambiakan amak
dalam bahasa Indonesia: aktif: ibu sedang
mengambilkan sambal untuk abang
Pasif:sambal
untuk abang sedang diambilkan ibu
analisis:
·
Verba
dwitransitif contoh ini ialah “maambiakan” yang artinya dalam bahasa Indonesia
ialah “mengambilkan” dan menurut Depdiknas( 2008: 49) yaitu mengambil untuk
orang lain.
·
Kata dasar dari
contoh ini ialah “ambiak” yang artinya dalam bahasa Indonesia yaitu “ambil” dan
menurut Depdiknas( 2008: 49) yaitu pegang lalu dibawa.
·
Contoh ini
diikuti oleh dua objek yaitu “amak” yang artinya dalam bahasa Indonesia yaitu
“ibu/mama” dan “uda” yang artinya dalam bahasa Indonesia yaitu “abang” dan
sebagai pelengkapnya ialah “samba” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah
“sambal”.
3)
Verba
semitransitif
a.
dalam bahasa
minang: - uni sadang manyimak kaba itu
- uni sadang manyimak
dalam bahasa Indonesia:- kakak
sedang menyimak berita itu
-kakak sedang menyimak
analisis:
·
verba manyimak
adalah verba semitransitif karena verba itu boleh memiliki objek(kaba)
seperti pada kalimat “uni sadang manyimak kaba itu” yang artinya dalam bahasa
Indonesia ialah “kakak sedang menyimak berita itu”, tetapi juga boleh berdiri
sendiri tanpa objek seperti pada kalimat “uni sadang manyimak”.
·
Verba
“manyimak” artinya dalam bahasa Indonesia ialah “menyimak” dan menurut
Depdiknas( 2008: 1307) yaitu mendengarkan baik-baik apa yang diucapkan orang.
Berasal dari kata “simak” dan dari kata dasar tersebut diberi prefiks “ma-“
sehinngga membentuk kata “manyimak” atau “menyimak” dalam bahasa indonesia.
b.
dalam bahasa
minang: - uda sadang manonton palombaan manjek pinang.
-uda sadang manonton
dalam bahasa Indonesia: -
abang sedang menonton perlombaan panjat pinang
-abang
sedang menonton
analisis:
·
verba manonton
adalah verba semitransitif karena verba itu boleh memiliki objek dan juga
boleh berdiri sendiri tanpa objek.
·
Verba manonton
artinya dalam bahasa Indonesia ialah “menonton” dan menurut Depdiknas( 2008:1480)
yaitu melihat( pertujukan,gambar, dan sebagainya). Berasal dari kata “tonton”
dan dari kata dasar tersebut diberi prefiks “ma-“ sehingga membentuk kata
“manonton” atau “menonton” dalam bahasa Indonesia.
2.
Verba
taktransitif
1)
Verba
taktransitif yang tak berpelengkap
a.
dalam bahasa
minang: samakin lamo samakin mamburuak
dalam bahasa Indonesia: semakin lama semakin memburuk
analisis:
·
verba mamburuak
yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “memburuk” dan menurut Depdiknas(
2008: 227) yaitu menjadi buruk.
·
Verba ini tidak
dapat diberi pelengkap karena kata “mamburuak” atau “memburuk” ialah
keterangan.
·
Kata dasar dari
kata “mamburuak” atau “memburuk” ialah “buruak” yang artinya dalam bahasa
Indonesia ialah “buruk” dan menurut Depdiknas( 2008: 1995) yaitu rusak karena
sudah lama.
·
Kata dasarnya
termasuk kelas kata adjektiva(kata sifat) ketika diberi prefiks “mam” atau
“mem” dalam bahasa Indonesia berubah menjadi kelas kata verba(kata kerja)
b.
dalam bahasa
minang: pamikiannyo mambuek urang takajuik
dalam bahasa
Indonesia: pemikirannya membuat orang terkejut
analisi:
·
verba takajuik
yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “terkejut” dan menurut Depdiknas(
2008: 649) yaitu kaget.
·
Verba ini tidak
dapat diberi pelengkap karena kata “takajuik” atau “terkejut” ialah keterangan.
·
Kata dasar dari
kata “takajuik” atau “terkejut” ialah “kajuik” yang artinya dalam bahasa
Indonesia ialah “kejut” dan menurut Depdiknas( 2008: 649) yaitu menjadi kaku.
·
Kata dasarnya
termasuk kelas kata adjektiva(kata sifat) ketika diberi prefiks “ta-“ atau
“ter-” dalam bahasa Indonesia berubah menjadi kelas kata verba(kata kerja).
2)
Verba
taktransitif yang berpelengkap wajib
a.
dalam bahasa
minang: apak bapasan balajala nan sariuih
dalam bahasa Indonesia:bapak berpesan( bahwa) belajarlah
yang serius
analisis:
·
Verba bapasan
atau berpesan( bahwa) adalah
verba berpelengkap, dan verba berpelengkap itu harus ada dalam kalimat.
·
Jika pelengkap
itu tidak hadir, kalimat yang bersangkutan tidak sempurna dan tidak berterima.
b.
dalam bahasa
minang: makdang bakato amak sadang pai ka pasa
dalam bahasa Indonesia: paman berkata mama/ibu sedang pergi
ke pasar
analisis:
·
Verba bakato
atau berkata(bahwa) adalah
verba berpelengkap, dan verba berpelengkap itu harus ada dalam kalimat.
·
Jika pelengkap
itu tidak hadir, kalimat yang bersangkutan tidak sempurna dan tidak berterima.
3)
Verba
taktransitif berpelengkap manasuka
a.
dalam bahasa
minanng: anak paumapamanyo harta nan bahago
dalam bahsa Indonesia: anak perumpamaannya harta yang berharga
analisis:
·
verba bahago
yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “berharga”. Kata ini merupakan
verba taktransitif berpelengkap manasuka.
·
Disebut
berpelengkap mana suka karena pelengkap itu tidak selalu hadir.
·
Kata dasar dari
kata “bahago” atau “berharga” ialah “harga” yang menurut Depdiknas( 2008: 482)
yaitu nila barang yang ditentukan. Kelas kata dasar ini ialah nomina( kata
benda) ketika diberi prefiks “ba-” atau “ber-” dalam bahasa Indonesia berubah
menjadi kelas kata verba( kata kerja).
b.
dalam bahasa
minang: tarompa adiak basah kahujanan
dalam bahasa Indonesia: sandal adik basah kehujanan
analisis:
·
verba kahujanan
yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “kehujanan”. Kata ini merupakan
verba taktransitif berpelengkap manasuka.
·
Disebut
berpelengkap mana suka karena pelengkap itu tidak selalu hadir.
·
Kata dasar dari
kata “kahujanan” atau “kehujanan” ialah “hujan” yang menurut Depdiknas( 2008:
509) yaitu titik-titik air yang berjatuhan dari udara. Kelas kata dasar ini
ialah nomina( kata benda) ketika diberi prefiks “ka-” atau “ke-” dan sufiks
“-an” maka berubah menjadi kelas kata verba( kata kerja)
3.
Verba
berpreposisi
a.
dalam bahasa
minang: denai suko pado baju nan dipakainyo
dalam bahasa Indonesia: saya suka pada baju yang dipakainya.
analisis:
·
verba suko
pado yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah suka pada merupakan
verba berpreposisi.
·
Pemakaian verba
berpreposisi ini terletak di depan nomina. Nomina pada contoh ini ialah “baju”.
b.
dalam bahasa
minang: inyo acok taringek pado masa lalunyo.
dalam bahasa Indonesia: dai sering teringat pada masa
lalunya
analisis:
·
verba taringek
pado yangbartinya dalam bahasa Indonesia ialah teringat pada merupakan
verba berpreposisi.
·
Pemakaian verba
berpreposisi ini terletak di depan nomina. Nomina pada contoh ini ialah “masa
lalu”.
C.
Verba dari segi
bentuknya menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 100-102).
1)
Verba asal
a.
Hiduik ko samato-mato mancari Ridho Allah.
Analisis:
·
Dalam bahasa
Indonesia kalimat di atas artinya “hidup ini semata-mata mencari Ridho Allah”.
·
Verba asal pada
contoh ini ialah “hiduik” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “hidup” dan
menurut Depdiknas( 2008: 496) yaitu masih terus ada.
·
Karena verba
“hidup” tidak berafiks maka disebut verba asal.
b.
Uda manyuruah
adiak duduak
Analisis:
·
Dalam bahasa
Indonesia kalimat di atas artinya “abang menyuruh adik duduk”.
·
Verba asal pada
contoh ini ialah “duduak” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “duduk” dan
menurut Depdiknas( 2008: 344) yaitu meletakkan tubuh dengan bertumpu pada
bokong.
·
Karena verba
“duduk” tidak berafiks maka disebut verba asal.
2)
Verba turunan
a.
Denai mambali
buku di pasa kodim.
Analisis:
·
Dalam bahasa
Indonesia kalimat di atas artinya “saya membeli buku di pasar kodim”.
·
Kata “mambali”
artinya dalam bahasa Indonesia ialah “membeli” dan menurut Depdiknas( 2008:
163) yaitu memeroleh sesuatu melalui penukaran. Kata ini merupakan kata turunan
karena adanya pemberian afiks yaitu prefiks “mam-“ atau “mem” dalam bahasa
Indonesia.
·
Kata “mambali”
atau “membeli” berasal dari kata “bali” yang artinya dalam bahasa Indonesia
ialah “beli” dan menurut Depdiknas( 2008: 163) yaitu memiliki sesuatu dengan
membayar.
b.
Doni mangguntiang
karate nan ado di ateh meja
Analsisis:
·
Dalam bahasa
Indonesia kalimat di atas artinya “Doni menggunting kertas yang ada di atas
meja”.
·
Kata
“mangguntiang” artinya dalam bahasa Indonesia ialah “menggunting” dan menurut
Depdiknas( 2008: 467) yaitu memotong dengan memakai gunting. Kata ini merupakan
kata turunan karena adanya pemberian afiks yaitu prefiks “mang-“ atau “meng-“
dalam bahasa Indonesia.
·
Kata
“mangguntiang” atau “menggunting” berasal dari kata “guntiang” yang artinya
dalam bahasa Indonesia ialah “gunting” dan menurut Depdiknas( 2008: 467) yaitu
perkakas untuk memotong kain.
D.
Verba majemuk
menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 153-155)
a.
Verba majemuk
dasar.
1)
Diko mabuak
lauik katiko naik kapa
Analisis:
·
Dalam bahasa
Indonesia kalimat di atas artinya “Diko mabuk laut ketika naik kapal.
·
Verba majemuk
dasar pada kalimat ini ialah “mabuak lauik” atau dalan bahasa Indonesia ialah
“mabuk laut”.
·
Verba ini tidak
berafiks dan tidak mengandung komponen berulang, serat dapat beridiri sendiri
dalam frasa, kalausa, atau kalimat.
·
Verba “mabuak
lauik” merupakan verba dasar dan komponen kedua berupa nomina dasar.
2)
Uda suko ikuik
campua katiko urangtuo bangi
Analisis:
·
Dalam bahasa
Indonesia kalimat di atas artinya “abang suka ikut campur ketika orangtua marah.
·
Verba majemuk
dasar pada kalimat ini ialah “ikuik campua” atau dalam bahasa Indonesia ialah
“ikut campur”.
·
Verba ini tidak
berafiks dan tidak mengandung komponen berulang, serat dapat beridiri sendiri
dalam frasa, kalausa, atau kalimat.
·
Verba “ikuik campua”
merupakan kedua komponen berupa verba dasar.
b.
Verba majemuk
berafiks
1)
Pak haji mambagi
rato gaji ka pagawainyo
Analisis:
·
Dalam bahasa
Indonesia kalimat di atas artinya “pak haji membagi rata gaji ke pegawainya”.
·
Verba “mambagi
rato” merupakan verba majemuk berafiks bebas, dalam penulisannya dipisah bukan
menjadi kata “mambagirato” karena kata ini hanya diapit oleh satu imbuhan yaitu
prefiks “mam-“
·
Verba “mambagi
rato” artinya ialah “membagi rata” yang berasal dari kata “bagi” atau dalam
bahasa minang ialah “agiah”dan menurut Depdiknas( 2008: 113) yaitu bagi sesuatu
kepada orang lain.
2)
Angga batolak
pinggang katiko bangi ka anaknyo
Analisis:
·
Dalam bahasa
Indonesia kalimata di atas artinya “Angga bertolak pinggang ketika marah ke
anaknya”.
·
Verba “batolak
pinggang” merupakan verba majemuk terikat, yaitu bentuk majemuk yang tidak
dapat beridiri sendiri dalam kalimat.
·
Verba “batolak
pinggang” artinya dalam bahasa Indonesia “bertolak pinggang” yang berasal dari
kata “tolak”.
c.
Verba majemuk
berulang
1)
Naik
pangkek naik-naik
pangkek
Analisis:
·
Verba majemuk
dalam bahasa Indonesia dapat direduplikasi jika kemajemukannya bertingkat dan
jika intinya adalah verba yang dapat direduplikasi pula.
·
Yang dimaksud
berulang pada kalimat ini ialah pada kata “naik-naik” yang artinya sama dalam
bahasa Indonesia.
·
Kata “pangkek”
artinya dalam bahasa Indonesia ialah “pangkat”
2)
Baliak
kampuang baliak-baliak
kampuang
Analisis:
·
Verba majemuk
dalam bahasa Indonesia dapat direduplikasi jika kemajemukannya bertingkat dan
jika intinya adalah verba yang dapat direduplikasi pula.
·
Yang dimaksud
berulang pada kalimat ini ialah pada kata “baliak-baliak” yang artinya dalam
bahasa Indonesia ialah “pulang-pulang”.
·
Kata “kampuang”
artinya dalam bahasa Indonesia ialah “kampuang” dan menurut Depdiknas( 2008:
614) yaitu kelompok rumah yang merupakan bagian kota dan kata ini termasuk
kelas kata nomina(kata benda)

0 komentar:
Posting Komentar