Adjektiva
( dalam bahasa minang)
A.
Adjektiva dari
segi semantisnya menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 172-176)
1.
Adjektiva bertaraf:
a.
Adjektiva
pemeri sifat
1)
Dalam bahasa
minang: sarawa itu sasuai untuak dipakai katiko bajalan.
Dalam bahasa Indonesia: celana itu cocok untuk dipakai
ketika berjalan.
Analisis:
·
Adjektiva dari
contoh tersebut ialah “sasuai” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah
“cocok”.
·
Adjektiva ini
dapat memerikan kualitas dan intesitas yang bercorak fisik.
2)
Dalam bahasa
minang: udaro di pakan taraso angek
Dalam bahasa Indonesia: udara din pecan terasa panas.
Analisis:
·
Adjektiva dari
contoh ini ialah “angek” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “panas” dan
menurut Depdiknas( 2008: 1007) yaitu terasa seperti terbakar.
b.
Adjektiva
ukuran
1)
Dalam bahasa
minang: songkok ajo sampik di kapalonyo
Dalam bahasa Indonesia:kopiah abang sempit di kepalanaya
Analisis:
·
Adjektiva
ukuran dari contoh ini ialah “sampik” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah
“sempit” dan menurut Depdiknas( 2008: 1264) yaitu kurang dari ukuran yang
diperlukan.
2)
Dalam bahasa
minang: etek kadai itu mamakai baju nan longga
Dalam bahasa Indonesia: tante kedai itu memakai baju yang longgar
Analisis:
·
Adjektiva
ukuran terletak pada kata “longga” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah
“longgar” dan menurut Depdiknas( 2008: 841) yaitu tidak sempit.
c.
Adjektiva warna
1)
Dalam bahasa
minang: karuduang Hana warnanyo sirah.
Dalam bahasa Indonesia: kerudung Hana warnanya merah.
Analisis:
·
Adjektiva warna
dari contoh ini ialah “sirah” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “merah”
dan menurut Depdiknas( 2008: 903) yaitu warna dasar yang serupa dengan warna
darah.
2)
Dalam bahasa
minang: rambuik pak haji warnanyo putiah
Dalam bahasa indoesia: rambut pak haji warnanyo putih
Analisis:
·
Adjektiva warna
dari contoh ini ialah “putiah” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “putih”
dan menurut Depdiknas( 2008: 1123) yaitu warna dasar yang serupa dengan warna
kapas.
d.
Adjektiva waktu
1)
Dalam bahasa
minang: anduang alah lamo indak baliak
Dalam bahasa Indonesia: nenek sudah lama tidak kembali
Analisis:
·
Adjektiva waktu
dari contoh ini ialah “lamo” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “lama”
dan menurut Depdiknas( 2008: 777) yaitu panjang antaranya
2)
Dalam bahasa
minang: patugas kabarasian lambek mangangkek sampah nan ado di dapan
rumah
Dalam bahasa Indonesia: petugas kebersihan lambat mengankat
sampah yang ada di depan rumah
Analisis:
·
Adjektiva waktu
dari contoh ini ialah “lambek” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah
“lambat”.
e.
Adjektiva jarak
1)
Dalam bahasa
minang: masajik itu lataknyo dakek batang aia
Dalam bahasa Indonesia: mesjid itu letaknya dekat sungai.
Analisis:
·
Adjektiva jarak
pada contoh ini yaitu pada kata “dakek” yang artinya dalam bahasa Indonesia
ialah “dekat” dan menurut Depdiknas( 2008: 305) yaitu tidak jauh.
2)
Dalam bahasa
minang: malam ko hujan labek jo patuih gadang
Dalam bahasa Indonesia: mala ini hujan lebat dengan petir
besar
Analisis:
·
Adjektiva jarak
pada contoh ini terletak pada kata “labek” yang artinya dalam bahasa Indonesia
ialah “lebat” dan menurut Depdiknas( 2008: 800) yaitu berbuah banyak
f.
Adjektiva sikap
batin
1)
Dalam bahasa
minang: adiak cameh katiko amak alun pulanh
Dalam bahasa Indonesia: adik cemas ketika mama belum pulang
Analisis:
·
Adjektiva sikap
batin dari contoh ini ialah “cameh” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah
“cemas” dan menurut Depdiknas( 2008: 256) yaitu risau hati
2)
Dalam bahasa minang:
denai sagan katiko basuo jo mintuo
Dalam bahasa Indonesia: saya segan ketika bertemu dengan
mertua
Analisis:
·
Adjektiva sikap
batin dalam kalimat ini ialah “sagan” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah
“segan” dan menurut Depdiknas( 2008: 1240) yaitu enggan
g.
Adjektiva
cerapan
1)
Dalam bahasa
minang: kulik Nia taraso haluih katiko dipacik
Dalam bahasa Indonesia: kulit Nia terasa halus ketika
dipegang
Analisis:
·
Adjektiva sikap
cerapan dalam kalimat ini ialah “haluih” yang artinya dalam bahasa Indonesia
ialah “halus” dan menurut Depdiknas( 2008: 477) yaitu tidak kasar
·
Adjektiva
“haluih” atau “halus” termasuk dalam indera perabaan.
2)
Dalam bahasa
minang: buah manggih nan di balakang rumah manih rasonyo
Dalam bahasa Indonesia: buah manggis yang di belakang ruah manis
rasanya
Analisis:
·
Adjektiva sikap
cerapan dalam kalimat ini ialah “manih” yang artinya dalam bahasa Indonesia
ialah “manis” dan menurut Depdiknas( 2008: 875) yaitu rasa seperti rasa gula.
·
Adjektiva
“manih” atau “manis” termasuk dalam indera pencitarasaan
2.
Adjektiva tak
bertaraf
a.
Dalam bahasa
minang: Dika suko mambaok oto katiko di jalan luruih
Dalam bahasa Indonesia: Dika suka membawa mobil ketika di jalan lurus
Analisis:
·
Adjektiva dari
contoh ini ialah “luruih” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “lurus” dan
menurut Depdiknas( 2008: 851) yaitu memanjang hanya disatu arah
·
Adjektiva
“luruih” atau “lurus” termasuk adjektiva bentuk.
b.
Dalam bahasa
minang: Anggi mampunyoi bantuak badan nan bulek
Dalam bahasa Indonesia: Anggi memunyai bantuak badan yang bulat
Analisis:
·
Adjektiva dari
contoh ini ialah “bulek” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “bulat” dan
menurut Depdiknas( 2008: 220) yaitu berbentuk sebagai bola
·
Adjektiva
“bulek” atau “bulat” termasuk adjektiva bentuk
B.
Adjektiva dari
segi sintaksis menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 177-179)
1.
Fungsi
atributif
a.
Suaro lambuik
nan mambuek denai talalok
Analisis:
·
Dalam bahasa
Indonesia arti dari kalimat tersebut ialah “suara lembut yang membuat saya
tertidur”.
·
Adjektiva ini
bertindak sebagai objek dalam kalimat.
·
Rangkaian
pewatas itu dihubungkan oleh kata yang
·
Adjektiva
fungsi atributif terletak pada kata “lambuik” yang dalam bahasa Indonesia ialah
“lembut” dan menurt Depdiknas( 2008: 810) yaitu lunak dan halus.
·
Kalimat ini
bermakna bahwa suara yang halus itu menyebabkan saya tertidur.
b.
Oto tuo punyo
Andi nan paling maha
Analisis:
·
Dalam bahasa
Indonesia artinya “mobil tua punya Andi yang paling mahal”.
·
Adjektiva ini
bertindak sebagai objek dalam kalimat.
·
Rangkaian
pewatas itu dihubungkan oleh kata yang
·
Adjektiva
fungsi atributif terletak pada kata “tuo” yang dalam bahasa Indonesia ialah
“tua” dan menurut Depdiknas( 2008: 1489) yaitu sudah lama hidup
·
Kalimat ini
bermakna bahwa mobil tua miliki Andi adalah mobil yang paling mahal.
2.
fungsi
predikatif
a. nan didapeknyo patang indak baguno
analisis:
·
Dalam bahasa
Indonesia arti dari kalimat di atas ialah “yang didapatnya kemarin tidak
berguna”.
·
Adjektiva pada
kalimat ini ialah “berguna” yang bertindak sebagai pelengkap dalam kalimat.
·
Kata “baguno”
dalam bahasa Indonesia ialah “berguna”. Kata ini merupakan kata turunan yaitu
adanya penambahan prefiks “ba-“ atau “ber-“.
·
Kata dasar dari
kata ini ialah “gono” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “guna” dan
menurut Depdiknas( 2008: 466) yaitu manfaat.
b.
katiko
uda maagiah pitih amak maraso sanang
Analisis:
·
Dalam bahasa
Indonesia artinya ialah “ketika abang memberi uang mama merasa senang”.
·
Adjektiva pada
kalimat ini ialah “sanang” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “senang”
dan menurut Depdiknas( 2008: 1267) yaitu puas dan lega. Kata ini sebagai
pelengkap dalam kalimat ini.
3.
fungsi
keterangan
a.
Adi (pai)
capek-capek katiko dipanggia apaknyo
analisis:
·
dalam bahasa
Indonesia artinya ialah “Adi (pergi) cepat-cepat ketika dipanggil bapaknya
·
fungsi
keterangan dalam kalimat ini ialah “(pai) capek-capek” yang artinya dalam
bahasa Indonesia ialah“(pergi) cepat-cepat”.
b.
Bobi indak
mangakui salahnyo padahal jaleh-jaleh basalah
Analisis:
·
Dalam bahasa
Indonesia artinya ialah “Bobi tidak mengakui salahnya padahal jelas-jelas bersalah”.
·
Fungsi
keterangan dalam kalimat ini ialah “jaleh-jaleh basalah” yang artinya dalam
bahasa Indonesia ialah “jelas-jelas bersalah”.
C.
Adjektiva dari
segi bentuknya menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 188-189)
1.
adjektiva dasar
a.
Roni indak masuak sakolah garo sadang sakik
Analisis:
·
Dalam bahasa
Indonesia artinya “Roni tidak masuk sekolah karena sedang sakit.
·
Adjektiva dasar
dari kalimat ini ialah “sakit” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “sakit”
dan menurut Depdiknas( 2008: 1204) yaitu berasa tidak nyaman di tubuh atau
bagian tubuh karena menderita sesuatu.
b.
Raka sadang
tatimpo masalah gadang
Analisis:
·
Dalam bahasa
Indonesia artinya “Raka sedang tertimpa masalah besar”.
·
Adjektiva dasar
dari kalimat ini ialah “gadang” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “besar”
dan menurut Depdiknas( 2008: 182) yaitu lebih dari ukuran besar.
2.
Adjektiva
turunan
a.
buah rambutan
itu ketek-ketek
analisis:
·
dalam bahasa
Indonesia artinya “buah rambutan itu kecil-kecil”.
·
Adjektiva
turunan dari kalimat ini ialah “ ketek-ketek” yang artinya dalam bahasa
Indonesia ialah “kecil-kecil”.
·
Kata adjektiva
ini termasuk adjektiva bentuk ulang.
·
Adjektiva ini
berfungsi predikat atau berfungsi adverbial.
b.
Muko
urang-urang pamalu biasonyo barubah manjadi sirah-sirah
Analisis:
·
Dalam bahasa
Indonesia artinya “mukan orang-orang pemalu biasanya berybah menjadi
merah-merah”
·
Adjektiva
turunan dari kalimat ini ialah “sirah-sirah” yang artinya dalam bahasa
Indonesia ialah “merah-merah”.
·
Kata adjektiva
ini termasuk adjektiva bentuk ulang.
·
Adjektiva ini
berfungsi predikat atau berfungsi adverbial.
D.
Pertarafan
adjektiva menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 180-187)
1.
Tingkat
kualitas
a.
Tingkat positif
1)
Dalam bahasa
Indonesia: katiko dibuko, kadai Anti alah rami
Dalam bahasa minang: ketika dibuka, kedai Anti sudah ramai
Analisis:
·
Tingkat positif
dalam kalimat di atas ialah pada kata “rami” yang artinya dalam bahasa
Indonesia ialah “ramai” dan menurut Depdiknas( 2008: 1136) yaitu riuh rendah
2)
Dalam bahasa
minang: indak ado jalan di Jakarta nan indak padek
Dalam bahasa Indonesia: tidak ada jalan di Jakarta yang tidak padat/macet.
·
Tingkat positif
dalam kalimat di atas ialah pada kata “ indak” yang artinya dalam bahasa
Indonesia ialah “tidak”.
b.
Tingkat
intensif
1)
Dalam bahasa
minang: Oto itu capek batua jalannyo
Dalam bahasa Indonesia: mobil itu cepat betul jalannya.
·
Tingkat
intensif pada contoh ini ialah pada kata “capek batua” yang artinya dalam
bahasa Indonesia ialah “cepat benar”.
2)
Dalam bahasa
minang: adiak denai samo sakali indak panduto
Dalam bahasa Indonesia: adik saya sama sekali tidak pembohong
·
Tingkat
intensif pada contoh ini ialah kata “ samo sakali indak” yang artinya dalam
bahasa Indonesia ialah ‘sama sekali tidak”.
c.
Tingkat elatif
1)
Dalam bahasa
minang: lagaknyo sombong bana katiko di lua
Dalam bahasa Indonesia: sikapnya sombong sekali ketika di
luar
·
Tingkat elatif
pada contoh ini ialah “sombong bana” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah
“sombong sekali”.
2)
Dalam bahasa
minang: urang itu pandi bana
Dalam bahasa Indonesia: orang itu sangat bodoh
·
Tingkat elatif
pada contoh ini ialah “pandi bana” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah
“sangat bodoh”.
d.
Tingkat eksesif
1)
Dalam bahasa
minang: sarawa denai kagadangan
Dalam bahasa Indonesia: celana saya kebesaran
·
Tingkat eksesif
dalam kalimat ini ialah “kagadangan” yang artinya dalam bahasa Indonesia yaitu
“kebesaran” dan menurut Depdiknas( 2008: 182) yaitu sifat (keadaan) besar.
·
Kata dasarnya
ialah “gadang” yang artinya dalam bahasa Indonesia yaitu “besar” dan menurut
Depdiknas( 2008: 182) yaitu lebih dari ukuran sedang.
2)
Dalam bahasa
minang: latak pasa kajauahan dari rumah
Dalam bahasa Indonesia: letak pasar kejauhan dari rumah
·
Tingkat eksesif
contoh ini ialah “kajauahan” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah
“kejauhan” dan menurut Depdiknas( 1995: 5710 yaitu tempat yang jauh.
·
Kata dasarnya
ialah “jauah” yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah “:jauh’ dan menurut
Depdiknas ialah “panjang antaranya( jaraknya).
e.
Tingkat
augmentatif
1)
Dalam bahasa
minang: uni manjadi samakin kayo
Dalam bahasa Indonesia: kakak menjadi semakin kaya
·
Tingkat
augmentatif contoh ini ialah “samakin” yang artinya dalam bahasa Indonesia
ialah “semakin” dan menurut Depdiknas yaitu makin.
·
Kata dasarnya
ialah “makin” dan menurut Depdiknas( 2008: 863) yaitu kian bertambah.
2)
Dalam bahasa
minang: makin lamo udaro di pakan makin angek rasonyo
Dalam bahasa Indonesia: makin lama udara di pecan makin
panas rasanya.
·
Tingkat
augmentatif contoh ini ialah “makin lamo” yang artinya dalam bahasa Indonesia
ialah “ makin lama”.
f.
Tingkat
atenuatif
1)
Dalam bahasa minang:
Anto saketek bangi katiko pitihnyo diambiak
Dalam bahasa Indonesia: Anto sedikit marah ketika uangnya
diambil
·
Tingkat
atenuatif pada contoh ini ialah saketek marah artinya sedikit marah.
2)
Dalam bahasa minang: denai maraso agak basalah
katiko mancaliaknyo
Dalam bahasa Indonesia: saya merasa agak bersalah ketika
melihatnya.
·
Tingkat
atenuatif pada contoh ini ialah agak basalah artinya sedikit marah.
2.
Tingkat
bandingan
a.
Tingkat ekuatif
1)
Dalam bahasa
minang: Dian sarancak amaknyo
Dalam bahasa Indonesia: Dian secantik mamanya
·
Tingkat ekuatif
pada contoh ini ialah sarancak yang artinya dalam bahasa Indonesia ialah
secantik.
2)
Dalam bahasa
minang: Toni indak saelok adiaknyo
Dalam bahasa Indoneisa: Toni tidak sebaik adiknya
·
Tingkat ekuatif
pada contoh ini ialah saelok artinya dalam bahasa Indonesia sebaik.
b.
Tingkat
komperatif
1)
Dalam bahasa
minang: Jumi labiah kareh kapalo dari(pado) Tiara.
Dalam bahasa Indonesia: Jumi lebih keras kepala dari(pada) Tiara.
·
Tingkat
komperatif pada contoh ini ialah dari(pado) yang artinya dalam bahasa
Indonesia dari(pada).
2)
Dalam bahasa
minang: baranang labiah lamak dari(pado) balari
Dalam bahasa Indonesia: berenang lebih enak dari(pada) berlari
·
Tingkat
komperatif pada contoh ini ialah dari(pado) yang artinya dalam bahasa
Indonesia dari(pada).
c.
Tingkat superlatif
(memakai pewatas ter- dapat diikuti frasa yang berpresposisi dari, antara,
di antara, dari antara beserta nomina yang dibandingkan).
1)
Dalam bahasa
minang: kama iko nan tamaha di antaro kama lainnyo
Dalam bahasa Indonesia: kamar ini yang termahal di antara
kamar lainnya
·
Tingkat
superlatif pada contoh ini memakai pewatas ter- dan berpreposisi di
antara
2)
Dalam bahasa
minang: Surabaya disabuik koto tagadang nomor duo di antaro koto-koto
lainnyo.
Dalam bahasa Indonesia: Surabaya disebut kota terbesar nomor
dua di antara kota-kota lainnya.
·
Tingkat
superlative pada contoh ini memakai pewatas ter- dan terpreposisi di
antara
Adverbial
(dalam bahasa minang)
A.
Adverbia dari
segi prilaku semantisnya. Menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 204-206)
a.
Adverbia
kualitatif
1)
Dalam bahasa
minang: denai paliang suko masaan amak
Dalam bahasa
Indonesia: saya paling suka masakan mama
·
Adverbia
kualitatif pada contoh ini ialah paliang yang artinya dalam bahasa
Indonesia paling dan menurut Depdiknas( 2008: 1005) yaitu putar.
2)
Dalam bahasa
minang: ujiannyo labiah sulik daripado nan dipikian
Dalam bahasa
Indonesia: ujiannya lebih sulit daripada yang dipikirkan
·
Adverbia
kualitatif pada contoh ini ialah labiah yang artinya dalam bahasa
Indonesia ialah lebih dan menurut Depdiknas( 2008: 801) yaitu lewat dari
smestinya
3)
Dalam bahasa
minang: didunio sangaik paralu pitih
Dalam bahsa
Indonesia: didunia sangat perlu uang
·
Adverbia
kualitaif pada contoh ini ialah sangaik yang artinya ialah sangat dan
menurut Depdiknas( 2008: 1220) yaitu terlebih-lebih
b.
Adverbia
kuantitatif
1)
Dalam bahasa
minang: mukonyo saketek mamerah
Dalam bahasa
Indonesia: mukanya sedikit memerah
2)
Dalam bahasa
minang: bilo inyo kiro-kiro bangi, denai manjauah
Dalam bahasa
Indonesia: kalau ia kira-kira marah, saya menjauh
3)
Dalam bahasa
minang: lukonyo sambuah di kapalonyo
Dalam bahasa
Indonesia:lukanya banyak di kepalanya
c.
Adverbia
limitatif
1)
Dalam bahasa
minang: obek itu hanyo mahambek patumbuahan panyakik
Dalam bahasa Indonesia: obat itu hanya membuat
pertumbuhan penyakit
2)
Dalam bahasa
minang: uda diam ajo katiko kanai berang
Dalam bahasa
Indonesia: abang diam saja ketika kena marah
3)
Dalam bahasa
minang: inyo hanyo mancubo manarik karateh itu
Dalam bahasa
Indonesia: ia hanya mencoba menarik kertas itu
d.
Adverbia
frekuentatif
1)
Dalam bahasa
minang: denai jarang basuo jo kawan-kawan
Dalam bahasa
Indonesia: saya jarang bertemu dengan kawan-kawan
2)
Dalam bahasa
minang: inyo acok manggale di pasa
Dalam bahasa
Indonesia: dia sering berjualan di pasar
3)
Dalam bahasa
minang: Tomi acok mambaco buku
Dalam bahasa
Indonesia: Tomi sering membaca buku
e.
Adverbia
kewaktuan
1)
Dalam bahasa
minang: apak baru dibarantian jo urang ateh
Dalam bahasa
Indonesia: bapak baru diberhentikan oleh bosnya
2)
Dalam bahasa
minang: amak baru pai ka rumah sakik
Dalam bahasa
Indonesia: mama baru pergi ke rumah sakit
3)
Dalam bahasa
minang: Bian nio capek mambuek sarawa untuak karajonyo
Dalam bahasa
Indonesia: Bian akan segera memebuat celana untuk kerjanya
f.
Adverbia
kecaraan
1)
Dalam bahasa
minang: denai nio manyalasian tugas sacapeknyo
Dalam bahasa
Indonesia: saya akan menyelesaikan tugas secepatnya
2)
Dalam bahasa
minang: ikuikan inyo antok-antok dari sampiang
Dalam bahasa
Indonesia: ikuti dia diam-diam dari samping
3)
Dalam bahasa
minang: lambek-lambek Reni mangecek jo kawannyo
Dalam bahasa
Indonesia: lambat-lambat Reni berbicara dengan kawannya
g.
Adverbial
kontrastif
1)
Dalam bahasa
minang: denai bahkan indak tau masalah tu
Dalam bahasa
Indonesia: saya bahkan tidak tahu masalah itu
2)
Dalam bahasa
minang: jankan denai dibari ongkos baliak, inyo malahan nio mamaminjam
pitih dari denai
Dalam bahasa
Indonesia: jangankan saya diberi ongkos pulang, dia malahan mau meminjam
uang dari saya
3)
Dalam bahasa
minang: sia kecek inyo panakuik, justru inyo nan pai malam surang
Dalam bahasa
Indonesia: siapa bilang dia penakut, justru dia yang pergi malam sendiri
h.
Adverbial
keniscayaan
1)
Dalam bahasa
minang: Nabila pasti dapek apo nan dipintanyo
Dalam bahasa
Indonesia: Nabila pasti dapat apa yang dimintanya
2)
Dalam bahasa
minang: Hermes tantu dipacayo
Dalam bahasa
Indonesia: Hermes tentu dipercaya
3)
Dalam bahasa
minang: Zahra tantu mandanga kaba tu
Dalam bahasa
Indonesia: Zahra tentu mendengar berita
B.
Adverbia dari
segi perilaku sintaktisnya menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 202)
a.
Adverbia yang
mendahului kata yang diterangkan
1)
Dalam bahasa
minang: denai hanyo manulih apo nan dikecekannyo
Dalam bahasa
Indonesia: saya hanya menulis apa yang dikatakannya
2)
Dalam bahasa
minang: lagaknyo talampau balabiahan
Dalam bahasa
Indonesia: gayanya terlalu berlebihan
3)
Dalam bahasa minang:
inyo labiah elok daripado adiaknyo
Dalam bahasa
Indonesia: dia lebih baik daripada adiknya
b.
Adverbia yang
mengikuti kata yang diterangkan
1)
Dalam bahasa
minang: baju nan dipakainyo sirah bana
Dalam bahasa
Indonesia: baju yang dipakainya merah sekali
2)
Dalam bahasa
minang: Wita duduak-duduak ajo manunggu kawannyo tibo
Dalam bahasa
Indonesia: Wita duduk-duduk saja menunggu kawannya datang
3)
Dalam bahasa
minang: buruak bana pamikiannyo
Dalam bahasa
Indonesia: jelek sekali pemikirannya
c.
Adverbia yang
mendahului atau mengikuti kata yang diterangkan
1)
Dalam bahasa
minang: katiko tibo di rumah, adiak capek pai jo kawannyo
Dalam bahasa
Indonesia: ketika tiba di rumah, adik segera pergi dengan temannya
2)
Dalam bahasa
minang: sarawa nan dipakainyo maha bana harganyo
Dalam bahasa
Indonesia: celana yang dipakainya amat mahal harganya
3)
Dalam bahasa
minang: salasai inyo dapek pitih, inyo capek mambalanjoannyo
Dalam bahasa
Indonesia: setelah dia dapat uang, dia segera membelanjakannya
d.
Adverbial yang
mendahului dan mengikuti kata yang diterangkan
1)
Dalam bahasa
minang: denai pacayo indak inyo ajo nan pinta
Dalam bahasa
Indonesia: saya percaya bukan dia saja yang pintar
2)
Dalam bahasa
minang: bagi denai, mukanyo sangaik manih bana
Dalam bahasa
Indonesia: bagi saya, mukanya sangat manis sekali
3)
Dalam bahasa
minang: Boni hanyo manarimo ajo nan didapeknyo
Dalam bahasa
Indonesia: Boni hanya menerima saja yang didapatkannya
C.
Adverbial dari
segi bentuknya menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 199-202)
a.
Adverbial
tunggal
1.
Adverbial yang
berupa kata dasar
1)
Dalam bahasa
minang: denai mambali oto baru
dalam bahasa
Indonesia: saya membeli mobil baru
2)
Dalam bahasa
minang: amak labiah suko mancaliak adiak balaja daripado malala
Dalam bahasa
Indonesia: mama lebih suka melihat adik belajar daripada jalan-jalan
3)
Dalam bahasa
minang: uni hanyo bakarajo di pasa
Dalam bahasa
Indonesia: kakak hanya bekerja di pasar
2.
Adverbial yang
berupa kata berafiks(se-nya dan –nya)
1)
Dalam bahasa
minang: sarancaknyo awak capek mambaya utang
Dalam bahasa
Indonesia: sebaiknya kita segera smembayar hutang
2)
Dalam bahasa
minang: denai maminta untuak masuak ka kantua sacapeknyo
Dalam bahasa
Indonesia: saya meminta untuk masuk ke kantor secepatnya
3)
Dalam bahasa
minang: rasanyo denai alah barusaho
Dalam bahasa
Indonesia: rasanya saya sudah berusaha
3.
Adverbial yang
berupa kata ulang
1)
Dalam bahasa
minang: atuk tu lambek-lambek bajalan ka kasuanyo
Dalam bahasa
Indonesia: kakek itun lambat-lambat berjalan ke kasurnya
2)
Dalam bahasa
minang: saberang-berang amak ka adiak patando amak sayang jo inyo
Dalam bahasa
Indonesia: segalak-galak mama ke adik pertanda mama sayang dengan dia
3)
Dalam bahasa
minang: uda manarik baju tu sakuek-kueknyo
Dalam bahasa
Indonesia: abang menarik baju itu sekuat-kuatnya
b.
Adverbial
gabungan
1.
Adverbia yang
berdampingan
1)
Dalam bahasa
minang: lagi pulo otonyo sadang di bengke
Dalam bahasa
Indonesia: lagi pula mobilnya sedang di bengkel
2)
Dalam bahasa
minang: urang tu ampia salalu basamo-samo ka sakola
Dalam bahasa
Indonesia: orang itu hampir selalu bersama-sama ke sekolah
3)
Dalam bahasa minang:
hanyo ajo denai sadang barusaho surang
Dalam bahasa
Indonesia: hanya saja saya sedang berusaha sendiri
2.
Adverbia yang
tidak berdampingan
1)
Dalam bahasa
minang: indak sadiah ajo, inyo juo pai dari rumah
Dalam bahasa
Indonesia: bukan sedih saja, dia juga pergi dari rumah
2)
Dalam bahasa
minang: Beni hanyo mangota ajo
Dalam bahasa
Indonesia: Beni hanya berbohonh saja.
3)
Dalam bahasa
minang: Gino sangaik bangi bana mandanga kaba tu
Dalam bahasa
inndonesia: Gino sangat marah sekali mendengar berita itu
D.
Adverbia
konjugtif menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 206)
1)
Dalam bahasa
minang: Dodi indak sakit sabaliaknyo inyo maleh ikuik pai
Dalam bahasa
Indonesia: Dodi bukn sakit sebaliknya dia malas ikut pergi
2)
Dalam bahasa
minang: sasungguahnyo apo nan dikeceknyo batua
Dalam bahasa
Indonesia: sesumgguhnya apa yang dibicaraknnya benar
3)
Dalam bahasa
minang: kudian aditya pai ka rumah atuk
Dalam bahasa
Indonesia: kemudian Aditya pergi
ke rumah kakek
E.
Adverbia
pembuka wacana menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 208)
1)
Dalam bahasa
minang: carito tadi tantang pandaritaan maso lalu
Dalam bahasa
Indonesia: cerita tadi tentang/mengenai penderitaan masa lalu
2)
Dalam bahasa
minang: apopun tabongkanyo rahasio karano ado nan maagiah tau
Dalam bahasa
Indonesia: adapun terbongkarnya rahasia karena ada yang memberi tahu
3)
Dalam bahasa
minang: dalam pado tu, urang mudo nan bakarajo
Dalam bahasa Indonesia: dalam
pada itu, orang muda yang bekerja
Nomina
(dalam bahasa minang)
A.
Nomina dari
segi prilaku semantisnya menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 215)
1.
Dalam bahasa
minang: Fany nio pai ka baralek eteknyo
Dalam bahasa Indonesia: Fany akan pergi ke pesta tantenya
2.
Dalam bahasa
minang: Danu nio basuo jo anaknyo
Dalam bahasa Indonesia: Danu akan berjumpa dengan anaknya
3.
Dalam bahasa
minang: Geri nio barangkek ka lua nagari
Dalam bahasa Indonesia: Geri akan berangkat ke luar negeri
4.
Dalam bahasa
minang: Yubi acok batangka jo kawannyo
Dalam bahasa Indonesia: Yubi selalu berkelahi dengan
temannya
5.
Dalam bahasa
minang: jawi mamakan rumpuik tatanggo
Dalam bahasa Indonesia: sapi memakan rumput tetangga
B.
Nomina dari
segi perilaku sintaktisnya menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 216)
1.
Dalam bahasa
minang: halaman buku carito anak-anak tu bajumlah duo puluah lemba
Dalam bahasa Indonesia: halaman buku cerita anak-anak itu berjumlah
dua puluh lembar
2.
Dalam bahasa
minang: babarapo tukang bangunan sadang malapehan panek
Dalam bahasa Indonesia: beberapa tunkang bangunan sedang beristirahat
3.
Dalam bahasa
minang: banyak masalah mambuek denai dewasa bapikia
Dalam bahasa Indonesia: banyak masalah membuat saya dewasa
berpikir
4.
Dalam bahasa
minang: maso kini acok dinanti-nanti urang mudo
Dalam bahasa Indonesia: masa kini selalu ditunggu-tunggu
pemuda
5.
Dalam bahasa
minang: indak janji nan denai nio tatapi pambuktian nan denai arok
Dalam bahasa Indonesia: bukan harapan yang saya mau tetapi
pembuktian yang saya harap
C.
Nomina dari
segi bentuknya menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 218-222)
1.
Nomina yang
berbentuk kata dasar
a.
Nomina dasar
umum
1)
Dalam bahasa
minang: gamba nan dibueknyo ancak bana
Dalam bahasa Indonesia: gambar yang dibuatnya bagus sekali
2)
Dalam bahasa
minang: buku punyo uda ado di ateh meja
Dalam bahasa indonesia: buku punya abang ada di atas meja
3)
Dalam bahasa
minang: muluik urang nan acok cameeh iyolah pisau nan mancabiak-cabiak
hati
Dalam bahasa Indonesia: mulut orang yang suka remeh ialah pisau yang
merobek-robek hati
4)
Dalam bahasa
minang: Zaki pai dari rumah katiko kanai berang
Dalam bahasa Indonesia: Zaki pergi dari rumah ketika kena
marah
5)
Dalam bahasa
minang: Zian mancaliak amaknyo ka rumah sakik hari minggu
Dalam bahasa Indonesia: Zian melihat mamanya ke rumah sakit hari minggu
b.
Nomina dasar
khusus
1) Dalam bahasa minang: adiak suko maminta tarompa bagamba oto
Dalam bahasa Indonesia: adik suka meminta sandal bergambar
mobil
2)
Dalam bahasa
minang: muko pareman ditakuikan jo urang-urang
Dalam bahasa Indonesia: muka preman ditakutkan oleh
orang-orang
3)
Dalam bahasa
minang: denai ni barubah ateh kamauan hati
Dalam abahasa Indonesia: saya mau berubah atas kemauan hati
4)
Dalam bahasa
minang: sapatu uda dibaruah meja
Dalam bahasa Indonesia: sepatu abang dibawah meja
5)
Dalam bahasa
minang: dalam lubuak hati denai masi batanyo
Dalam bahasa Indonesia: dalam lubuk hati, saya masih
bertanya
2.
Nomina turunan
1)
Dalam bahasa
minang: katiko bulan puaso urang muslim maagiah makanan ka urang kurang
mampu
Dalam bahasa Indonesia: ketika bulan puasa orang muslim memberi makanan
ke orang kurang mampu
2)
Dalam bahasa
minang: saharausnyo urang Indonesia saling basatu
Dalam bahasa Indonesia: seharusnya orang Indonesia saling bersatu
3)
Dalam bahasa
minang: urang panduto dijauahan jo urang banyak
Dalam bahasa Indonesia: orang pembohong dijauhkan oleh orang
banyak
4)
Dalam bahasa
minang: Ruri ditakuikan urang karano inyo pamberang
Dalam bahasa Indonesia: Ruri ditakuti orang karena dia pemarah
5)
Dalam bahasa
minang: kapa tabang mandarek rancak di bandara Sultan Syarif Kasim
Dalam bahasa Indonesia: kapal terbaik mendarat cantik di
bandara Sultan Syarif Kasim
3.
Afiks dalam
penurunan nomina
1)
Dalama bahasa
minang: Kris john iyolah patinju nan professional
Dalam bahasa Indonesia: Kris john ialah petinju yang
professional
2)
Dalam bahasa
minang: padagang lado manjarik katiko harga naiak
Dalama bahasa Indonesia: pedagang cabe menjerit ketika harga
naik
3)
Dalam bahasa
minang: pawaris rumah ko namonyo Sarul
Dalam bahasa Indonesia: pewaris rumah ini namanya Sarul
4)
Dalam bahasa
minang: inyo iyolah palukih tanamo
Dalam bahasa Indonesia: dia ialah pelukis ternama
5)
Dalam bahasa
minang: pamasak di rumah sakik tu alah tuo
Dalama bahasa Indonesia: pemasak di rumah sakit itu sudah
tua
Numeralia
(dalam bahasa minang)
A.
Numeralia pokok
1.
Numeralia pokok
menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 275-280).
a.
Numeralia pokok
tentu
1)
Dalam bahasa
minang: duo urang nan mancari masalah tu
Dalam bahasa Indonesia: dua orang yang mencari masalah itu
2)
Dalam bahasa
minang: Budi mambali sapuluan buku untuak dibaco
Dalam bahasa Indonesia: Budi membeli sepuluh buku untuk
dibaca
3)
Dalam bahasa
minang: limo baleh urang kanai ota
Dalam bahasa Indonesia: lima belas orang kena tipu
4)
Dalam bahasa
minang: buku nan dibaconyo ado duo puluah ampek halaman
Dalam bahasa Indonesia: buku yang dibacanya ada dua puluh empat halaman
5)
Dalam bahasa
minang: Dewi mambali kuduang sabanyak lima alai
Dalam bahasa
Indonesia: Dewi membeli kerudung sebanyak lima helai
b.
Numeralia pokok
kolektif
1)
Dalam bahasa
minang: katigo gubuak tu tabaka
Dalam bahasa
Indonesia: ketiga gubuk itu terbakar
2)
Dalam bahasa
minang: denai mamiliah kaduo-duonyo
Dalam bahasa
Indonesia: saya memilih kedua-dunya
3)
Dalam bahasa
minang: tigo sakawan sapanangguangan
Dalam bahasa Indonesia:
tiga sekawan sepenanggungan
4)
Dalam bahasa
minang: katigo-tigonyo pai ka kadai
Dalam bahasa Indonesia: ketiga-tiganya pergi
ke kedai
5)
Dalam bahasa
minang: kasapuluah anggota ikuik mambela urangtuo tu
Dalam bahasa
Indonesia: kesepuluh anggota ikut membela orangtua itu
c.
Numeralia pokok
distributive
1)
Dalam bahasa
minang: masiang-masiang urang mambali satu kilo bareh
Dalam bahasa
Indonesia: masing-masing orang membeli satu kilo beras
2)
Dalam bahasa
minang: tiok-tiok urang mandapek duo buah buku
Dalam bahasa
Indonesia: tiap-tiap orang mendapat dua buah buku
3)
Dalam bahasa
minang: tiok-tiok urang maagiah ampek piriang ka kawannyo
Dalam bahasa
Indonesia: tiap-tiap orang memberi empat piring ke kawannyo
4)
Dalam bahasa
minang: ciek demi ciek urang tatimpo masaalah
Dalam bahasa
Indonesia: satu demi satu orang tertimpa masalah
5)
Dalam bahasa
minang: masiang-masiang anak disayang apaknyo
Dalam bahasa
Indonesia: masing-masing anak disayang bapaknya
d.
Numeralia pokok
tertentu
1)
Dalam bahasa
minang: banyak anggota ikuik rapek
Dalam bahasa
Indonesia: banyak anggota ikut rapat
2)
Dalam bahasa
minang: babarapo urang indak pacayo jo kaba tu
Dalam bahasa
Indonesia: beberapa orang tidak percaya dengan berita itu
3)
Dalam bahasa
minang:urang pasa saketek manjua kajai
Dalam bahasa
Indonesia: orang pasar sedikit menjual karet
4)
Dalam bahasa
minang: sagalo anak pai ka sakola
Dalam bahasa
Indonesia: segala anak pergi ke sekolah
5)
Dalam bahasa
minang: samuo barang dijuamyo
Dalam bahasa
Indonesia: semua barang dijualnya
e.
Numeralia pokok
klitika
-
f.
Numeralia
ukuran
1)
Dalam bahasa
minang: barapo harago minyak tu pa sapuluah liter?
Dalam bahasa
Indonesia: berapa harga minyak itu per sepuluh liter?
2)
Dalam bahasa
minang: balila duo lusin galeh
Dalam bahasa
Indonesia: belilah dua lusin gelas
3)
Dalam bahasa
minang: Rani maambiak duo kaluang ameh
amaknyo
Dalam bahasa
Indonesia: Rani mengambil dua kalung emas ibunya
4)
Dalam bahasa
minang: Ridho mamasan nasi duo bungkuih
Dalam bahasa
Indonesia: Ridho memesan nasi dua bungkus
5)
Dalam bahasa
minang: uda mambali jariang dua buah
Dalam bahasa
Indonesia: abang membeli jengkol dua buah
B.
Numeralia
tingkat menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 281).
1)
Dalam bahasa
minang: kaduo anak mancari ilmu di masajik
Dalam bahasa
Indonesia: kedua anak mencari ilmu di mesjid
2)
Dalam bahasa
minang: kalimo baju tu dijuanyo
Dalam bahasa
Indonesia: kelima baju itu dijualnya
3)
Dalam bahasa
minang: katujuah kawannyo elok jo inyo
Dalam bahasa
Indonesia: ketujuh temannya baik ke dia
4)
Dalam bahasa
minang: kasabaleh pamain bola sadang balatih
Dalam bahasa
Indonesia: kesebelas pemain bola sedang berlatih
5)
Dalam bahasa
minang: kaampek anak tibo ka palombaan
Dalam bahasa
Indonesia: keempat anak datang ke perlombaan
C.
Numeralia
pecahan menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 281-282)
1)
Dalam bahasa
minang: satangah hari inyo pai ka rumah uni
Dalam bahasa
Indonesia: setengah hari dia pergi ke rumah kakak
2)
Dalam bahasa
minang: inyo mambali lado sabanyak duo satangah kilo
Dalam bahasa
Indonesia: dia membeli cabe sebanyak dua setengah kilo gram
3)
Dalam bahasa
minang: denai mandapet saparuh nasi patai
Dalam bahasa
Indonesia: saya dapat separu nasi pete
4)
Dalam bahasa
minang: denai dapek pitih tigo parampek dari limo ratuih ribu
Dalam bahasa
Indonesia: saya dapat uang tiga perempat dari lima ratus ribu
5)
Dalam bahasa
minang: Andi kanai potong saparlapan dari gajinyo
Dalam bahasa
Indonesia: andi kena potong seperlapan dari gajinya
D.
Frasa numeralia
menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 282)
1)
Dalam bahasa
minang: limo urang nan mancilok ameh amak
Dalam bahasa
Indonesia: lima orang yang mencuri emas mama
2)
Dalam bahasa
minang: tigo urang kanai usia dari kampuang
Dalam bahasa
Indonesia: tiga orang kena usir dari kampong
3)
Dalam
bahasa minang: anam buah rumah tabaka
katiko ditingga mudiak
Dalam bahasa
Indonesia: enam buah rumah terbakar ketika ditinggal pulang kampong
4)
Dalam bahasa
minang: sambilan buah kapeh
dibali jo Feri
Dalam bahasa Indonesia: sembilan buah kapas dibeli oleh Feri
5) Dalam bahasa minang: duo buah karambia sadang dikukua
Dalam
bahasa Indonesia: dua buah kelapa sedang dikukur
Preposisi
(dalam bahasa minang)
Menurut
Hasan Alwi, dkk.( 2004: 288-291)
1.
Preposisi
tunggal
Dalam bahasa
minang: Nuri sadang karajo di kantua apaknyo
Dalam bahasa
Indonesia: Nuri sedang kerja di kantor bapaknya
2.
Preposisi
tunggal
Dalam bahasa
minang: Gina manjampuik adiaknya ka palabuhan
Dalam bahasa
Indonesia: Gina menjemput adiknya ke pelabuhan
3.
Prepoisi
berafiks
Dalam bahasa
minang: apak mangumpuan pitih salamo duo tahun untuak naik haji
Dalam bahasa
Indonesia: bapak mengumpulkan uang selama dua tahun untuk naik haji
4.
Preposisi
berafiks
Dalam bahasa
minang: sado kabahagiaan buek kawan-kawan
Dalam bahasa
Indonesia: semua kebahagiaan buat teman-teman
5.
Preposisi
berafiks
Dalam bahasa
minang: denai balaja nan sariuih demi urangtuo
Dalam bahasa
Indonesia: saya belajar yang serius demi orangtua
6.
Preposisi
berafiks
Dalam bahasa
minang: uda pai basamo adiak manjahik baju
Dalam bahasa
indonesia: abang pergi bersama adik menjahit baju
7.
Preposisi
berafiks
Dalam bahasa
minang: salamo di kampuang, denai basuo jo kawan-kawan lamo
Dalam bahasa
indonesia: selama di kampong, saya berjumpa dengan teman-teman lama
8.
Preposisi yang
berdampingan
Dalam bahasa
minang: barani jujua labiah elok daripado ota
Dalam bahasa
Indonesia: berani jujur lebih baik daripada bohong
9.
Preposisi yang
berdampingan
Dalam bahasa
minang: buku tu diagaiahan kapado guru
Dalam bahasa
Indonesia: bujku itu diberikan kepada guru
10.
Preposisi yang
berkorelasi
Dalam bahasa
minang: sajak inyo kuliah, denai ditinggaan
Dalam bahasa
Indonesia: sejak dia kulaih, saya ditinggalkan
Konjungsi
(dalam bahasa minang)
menurut
Hasan Alwi, dkk.( 2004: 296: 300)
1.
konjungtor
Dalam bahasa
minang: Dani dan Ari sadang balaja oto di padang
Dalam bahasa Indonesia: Dani dan Ari sedang belajar
mobil di lapangan
2.
konjungtor
Dalam bahasa
minang: denai nio pai kalau karajo rumah salasai
Dalam bahasa
Indonesia: saya akan pergi kalau kerja rumah selesai
3.
konjungtor
Dalam bahasa
minang: denai alah tingga di siko sajak umua limo tahun
Dalam bahasa
Indonesia: saya sudah tingga disini sejak umur lima tahun
4.
konjungtor
Dalam bahasa
minang: awak buliah bajumpo jo inyo salasai inyo sambahyang isya
Dalam bahasa
Indonesia: kami boleh berjumpa dengan dia selesai dia sholat isya
5.
konjungtor
subordinatif waktu
Dalam bahasa
minang: denai sagan bilo basuo jo dosen
Dalam bahasa
Indonesia: saya segan bila berjumpa dengan dosen
6.
konjungtor
subordinatif waktu
Dalam bahasa
minang: sahabih makan, Ona langsuang pai
Dalam bahasa
indonesia: sehabis makan, Ona langsung pergi
7.
konjungtor
antarkalimat
Dalam bahasa
minang: biala sampai siko denai salalu ingek kabaikannyo
Dalam bahasa
Indonesia: biarpun demikian saya selalu ingat kebaikannya
8.
konjungtor
antarkalimat
dalam bahasa
minang: denai indak nio bapisah, sabaliaknyo tu pamintaannyo
dalam bahasa
Indonesia: saya tidak yang berpisah, sebaliknya itu permintaannya
9.
konjungtor
antarkalimat
dalam bahasa
minang: sasungguahnyo denai saba mananti
dalam bahasa
Indonesia: sesungguhnya saya sabar menunggu
10.
konjungtor
antarkalimat
dalam bahasa
minang: Rudi alah manjalehan tatapi urang lain tatap indak mangarati
dalam bahasa
Indonesia: Rudi sudah menjelaskan tetapi orang lain tetap tidak mengerti
Pronomina
(dalam bahasa minang)
A.
Pronomina
persona menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 249-260)
1.
Persona pertama
1)
Dalam bahasa
minang: denai balaja di sakola nagari
Dalam bahasa
Indonesia: saya belajar di sekolah negeri
2)
Dalam bahasa
minang: den kiriman pitih tadi malam
Dalam bahasa
Indonesia: saya kirimkan uang tadi malam
3)
Dalam bahasa
minang: denai nio barangkek jam anam pagi
Dalam bahasa
Indonesia: saya akan berangkat jam enam pagi
4)
Dalam bahasa
minang: otonyo nio den pakai beko siang
Dalam bahasa Indonesia: mobilnya akan saya pakai
nanti siang
5)
Dalam bahasa
minang: kini denai tau bao sadonyo panduto
Dalam bahasa
indnesia: kini saya tau bahwa semuanya pembohong
2.
Persona kedua
1)
Dalam bahasa
minang: ang alah bakarjo patangkan?
Dalam bahasa
Indonesia: kamu sudah berkerja kemarinkan?
2)
Dalam bahasa
minang: manga ang bangi-bangi tadi malam?
Dalam bahasa
Indonesia: mengapa kamu marah-marah tadi malam?
3)
Dalam bahasa
minang: jam bara ang pulang?
Dalam bahasa
Indonesia: jam berapa kamu pulang?
4)
Dalam bahasa
minang: apo hasil rapek ang tadi malam?
Dalam bahasa
Indonesia: apa hasil rapat kamu tadi malam?
5)
Dalam bahasa
minang: ang disuruah apak pai rumah kawannyo
Dalam bahasa
Indonesia: kamu disuruh bapak pergi ke rumah temannya
3.
Persona ketiga
1)
Dalam bahasa
minang: inyo mambaco buku taba
Dalam bahasa
Indonesia: dia membaca buku tebal
2)
Dalam bahasa
minang: denai pai basamo inyo
Dalam bahasa
Indonesia: saya pergi bersama dia
3)
Dalam bahasa
minang: surek ko untuak inyo
Dalam bahasa
Indonesia: surat ini untuk dia
4)
Dalam bahasa
minang: agiahan buku iko ka inyo
Dalam bahasa
Indonesia: berikan buku ini ke dia
5)
Dalam bahasa
minang: inyo pai jo gaeknyo
Dalam bahasa
Indonesia: dia pergi dengan orangtuanya
4.
Nomina penyapa
dan pengacu sebagai pengganti pronomina persona
1)
Dalam bahasa
minang: tadi pagi pai ka mano, pak?
Dalam bahasa
Indonesia: tadi pagi pergi ke mana, pak?
2)
Dalam bahasa
minang: apo alah makan, mak?
Dalam bahasa
Indonesia: apa sudah makan, bu?
3)
Dalam bahasa
minang: pak Diko nio minum apo?
Dalam bahasa
Indonesia: pak Diko mau minum apa?
4)
Dalam bahasa
minang: apak tingga di mano?
Dalam bahasa
Indonesia: bapak tinggal di mana?
5)
Dalam bahasa
minang: antaan surek iko ka apak
Dalam bahasa Indonesia:
antarkan surat ini ke bapak
B.
Pronominal
penunjuk menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 260-274)
1.
Pronominal
penunjuk umum
1)
Dalam bahasa
minang: batang tu ditanam jo Nabila
Dalam bahasa
Indonesia: pohon tu ditana oleh Nabila
2)
Dalam bahasa
minang: inyo mambali iko patang
Dalam bahasa
Indonesia: dia membeli ini kemarin
3)
Dalam bahasa
minang: paja tu jahek bana
Dalam bahasa
Indonesia: dia tu jahat sekali
4)
Dalam bahasa
minang: iko kawan denai
Dalam bahasa
Indonesia: ini teman saya
5)
Dalam bahasa
minang: baju tu cabiak
Dalam bahasa
Indonesia : baju itu robek
2.
Pronominal
penunjuk tempat
1)
Dalam bahasa
minang: ambo nio pai dari siko
Dalam bahasa
Indonesia: saya akan pergi dari sini
2)
Dalam bahasa
minang: Adit balanjo ka kadai
Dalam bahasa
Indonesia :Adit belanja ke warung
3)
Dalam bahasa
minang: barang-barangnyo ado di sinan
Dalam bahasa
Indonesia: barang-barangnya ada di sana
4)
Dalam bahasa
minang: uda sadang di mall
Dalam bahasa
Indonesia: abang sedang di mall
5)
Dalam bahasa
minang: uni mandapekan ilmu dari guru
Dalam bahasa Indonesia:
kakak mendapatkan ilmu dari guru
3.
Pronominal
penanya
a.
Apa dan siapa
1)
Dalam bahasa
minang: apa nan ado di sinan?
Dalam bahasa
indonesia: apa yang ada di sana
2)
Dalam bahasa
minang: apo inyo alah tibo?
Dalam bahasa
Indonesia: apa dia sudah datang?
3)
Dalam bahasa
minang: apo nan dibalinyo di pasa tu?
Dalam bahasa
Indonesia: apa yang dibelinya di pasar itu?
4)
Dalam bahasa
minang: sia nan dikajanyo?
Dalam bahasa
Indonesia: siapa yang dikejarnya?
5)
Dalam bahasa
minang: sia nan dijagonyo?
Dalam bahasa
Indonesia: siapa yang dijaganya?
b.
Mana
1)
Dalam bahasa
minang: di ma kini pak dang tingga?
Dalam bahasa
Indonesia: di mana sekarang paman tinggal?
2)
Dalam bahasa
minang: di ma tarompa denai?
Dalam bahasa
Indonesia: di mana sandal saya?
3)
Dalam bahasa
minang: kama nio denai cari urang nan disayang?
Dalam bahasa
Indonesia: kemana akan saya cari orang yang disayang?
4)
Dalam bahasa
minang: dari ma ang dapek kaba tu?
Dalam bahasa
Indonesia: dari mana kamu dapat berita itu?
5)
Dalam bahasa
minang: ka ma nio dibaok kuduang tu?
Dalam bahasa
Indonesia: ke mana mau dibawa kerudung itu?
c.
Mengapa dan
kenapa
1)
Dalam bahasa
minang: manga Dian tadi indak masuk sakola?
Dalam bahasa
Indonesia: megapa Dian tadi tidak masuk sekolah?
2)
Dalam bahasa
minang: manga patang inyo pai surang?
Dalam bahasa
Indonesia: mengapa kemarin dia pergi sendiri?
3)
Dalam bahasa
minang: kenapo denai nan disuruah mambali barang tu?
Dalam bahasa
Indonesia:kenapa saya yang disuruh membeli barang itu
4)
Dalam bahasa
minang: kenapo denai nan kanai bangi?
Dalam bahasa
Indonesia: kenapa saya yang kena marah?
5)
Dalam bahasa
minang: kenapo amak harus bakarajo?
Dalam bahasa
Indonesia: kenapa mama harus bekerja?
d.
Kapan dan bila
1)
Dalam bahasa
minang: bilo denai mandapek galang ameh tu?
Dalam bahasa
Indonesia: kapan saya mendapat gelang emas tu?
2)
Dalam bahasa
minang: bilo Riki dapek mangecekan nan sabananyo?
Dalam bahasa
Indonesia: kapan Riki dapat mengatakan yang sebenarnya?
3)
Dalam
bahasa minang: bilo apak pulang
karajo?
Dalam bahasa
Indonesia: kapan bapak pulang kerja?
4)
Dalam bahasa
minang: bilo uni dapek pacayo nan dijanjiannyo?
Dalam bahasa
Indonesia: kapan kakak dapat percaya yang dijanjikannya?
5)
Dalam bahasa
minang: bilo uda mangaja urang-urang di kampuang?
Dalam bahasa
Indonesia: kapan abang mengajar urang-urang di kampong?
e.
Bagaimana
1)
Dalam bahasa
minang: ba kaba atuk kini?
Dalam bahasa
Indonesia: bagaimana kabar kakek sekarang?
2)
Dalam bahasa
minang: ba pandapeknyo salasai caliak uarang tu bacakak?
Dalam bahasa
Indonesia: bagaimana pendapatanya setelah melihat orang itu berkelahi?
3)
Dalam bahasa
minang: ba caronyo mandapekan bini sarancak tu?
Dalam bahasa
Indonesia: bagaimana caranya mendapatkan isti secantik itu?
4)
Dalam bahasa
minang: ba usahanyo masuak karajo di kantua tu?
Dalam bahasa
Indonesia: bagaimana usahanya masuk kerja di kantor itu?
5)
Dalam bahasa
minang: ba rasonyo katiko basuo jo urang nan di sayang?
Dalam bahasa
Indonesia: bagaimana rasanya ketika bertemu dengan orang yang di sayang?
f.
Berapa
1)
Dalam bahasa
minang: bara harga gulo sakilo kini?
Dalam bahasa
Indonesia: berapa harga gula sekilo sekarang?
2)
Dalam bahasa
minang: Bara banyak urang nan ikuik ka kota?
Dalam bahasa
Indonesia: berapa banyak orang yang ikut ke kota?
3)
Dalam bahasa
minang: bara jam ang tidua tadi malam?
Dalam bahasa
Indonesia: berapa jam kamu tidur tadi malam?
4)
Dalam bahasa
minang: bara lamo denai harus manunggu?
Dalam bahasa
Indonesia: berapa lama sata harus menunggu?
5)
Dalam bahasa
minang: bara kilo nan ang bali?
Dalam bahasa
Indonesia: saya kilo yang kamu beli?
g.
Gabungan
preposisi dengan tanda Tanya
1)
Dalam bahasa
minang: jo apo ang kasiko?
Dalam bahada
Indonesia: dengan apa kamu kesini?
2)
Dalam bahasa
minang: Rino nio baranang jo sia ?
Dalam bahasa
Indonesia: Rino akan berenang dengan siapa?
3)
Dalam bahasa
minang: uda bakarajo sampai tangah malam untuak apo?
Dalam bahasa
Indonesia: abang bekerja sampai tengah malam untuk apa?
4)
Dalam bahasa
minang: pitih sabanyak tu dari sia?
Dalam bahasa
Indonesia: duit sebanyak itu dari siapa?
5)
Dalam bahasa
minang: karateh tabuek dari apo?
Dalam bahasa
Indonesia: kertas terbuat dari apa?
h.
Kata saja dan implikasi
kejamakan
1)
Dalam bahasa
minang: dari ma ajo jam sagiko baru baliak?
Dalam bahasa
Indonesia: dari mana saja jam segini baru pulang?
2)
Dalam bahasa
minang: sia ajo nan dapek pahalo tu?
Dalam bahasa
Indonesia: siapa saja yang dapat pahala itu?
3)
Dalam bahasa
minang: ka ma ajo saharian ko?
Dalam bahasa
Indonesia: ke mana saja seharian ini?
4)
Dalam bahasa
minang: di ma ajo nan manjua kaluang ameh tu?
Dalam bahasa
Indonesia: di mana saja yang menjual kalung emas itu?
5)
Dalam bahasa
minang: apo ajo nan diparaluannyo?
Dalam bahasa
Indonesia: apa saja yang diperlukannya?
i.
Kata saja dan
implikasi ketidaktentuan
1)
Dalam bahasa
minang: dalam kahidupan ko buliah bakawan jo sia ajo
Dalam bahasa
Indonesia: dalam kehidupan ini boleh berteman dengan siapa saja
2)
Dalam bahasa minang:
ka ma ajo amak pai, adiak pasti ikuik
Dalam bahasa
Indonesia: ke mana saja mama pergi, adik pasti ikut
3)
Dalam bahasa
minang: ambiakla bara jo nan
disuko
Dalam bahasa
Indonesia: ambillah berapa saja yang disuka
4)
Dalam bahasa
minang: baok apo ajo nan dibaok
Dalam bahasa
Indonesia: bawa apa saja yang dibawa
5)
Dalam bahasa
minang: ambiak apo ajo nan ang paralu
Dalam bahasa
Indonesia: ambil apa saja yang kamu perlu
j.
Reduplikasi
apa, siapa, dan mana
1)
Dalam bahasa
minang: denai indak nio apo-apo dari uda
Dalam bahasa
Indonesia: saya tidak mau apa-apa dari abang
2)
Dalam bahasa
minang: Randi indak pai jo sia-sia, inyo pai surang
Dalam bahada
Indonesia: Randi tidak pergi dengan siapa-siapa, dia pergi sendiri
3)
Dalam bahasa
minang: apak indak pai ka mano-mano hari ko
Dalam bahasa
Indonesia: bapak tidak pergi ke mana-mana hari ini
4)
Dalam bahasa
minang: amak indak ngecek apo-apo katiko pai
Dalam bahasa
Indonesia: mama tidak ngomong apa-apa ketika pergi
5)
Dalam bahasa
minang: inyo indak mambongka rahasio jo sia-sia
Dalam bahasa
Indonesia: dia tidak membongkar rahasia ke siapa-siapa
C.
Frasa
pronominal menurut Hasan Alwi, dkk.( 2004: 274-275)
1.
Penambahan
numeralia kolektif
1)
Dalam bahasa
minang; urang tu baduo pai ka pasa malam
Dalam bahasa
Indonesia: mereka berdua pergi ke pasar malam
2)
Dalam bahasa
minang: ang sadonyo buliah mancaliak hasilnyo
Dalam bahasa
Indonesia: kamu semua boleh melihat hasilnya
3)
Dalam bahasa
minang:baju nan digantuang dibali jo urang tu baduo
Dalam bahasa
Indonesia: baju yang digantung dibeli oleh mereka berdua
4)
Dalam bahasa
minang: ang sadonyo harus mambaya pajak
Dalam bahasa
Indonesia: kamu semuanya harus membayar pajak
5)
Dalam bahasa
minang: urang tu baduo nan pacayo jo apak tu
Dalam bahasa
Indonesia: mereka bedua yang percaya dengan bapak itu
2.
Penambahan kata
penunjuk
1)
Dalam bahasa
minang: denai ko indak punyo apo-apo
Dalam bahasa
Indonesia: saya ini tidak punya apo-apo
2)
Dalam bahasa minang: urang tu nan dapek
sanjatanyo
Dalam bahasa
Indonesia: mereka itu yang dapat senjatanya
3)
Dalam bahasa
minang: denai ko nan salalu dijago
Dalam bahasa
Indonesia: saya ini yang selalu dijaga
4)
Dalam bahasa
minang: urang tu bacakak di oto
Dalam bahasa
Indonesia: mereka itu berkelahi di mobil
5)
Dalam
bahasa minang: denai ko paralu
urang nan elok ati
Dalam bahasa
idonesia: saya ini perlu orang yang baik hati
3.
Penambahan kata
sendiri
1)
Dalam bahasa
minang: oto ancak ko denai surang nan paelokan
Dalam bahasa
Indonesia: mobil bagus ini saya sendiri yang perbaiki
2)
Dalam bahasa
minang: katiko ditanyo, inyo surang nan manjawek
Dalam bahasa
Indonesia: ketika ditanya, dia sendiri yang mejawab
3)
Dalam bahasa
minang: salasai baralek tu, inyo surang
nan indak baliak
Dalam bahasa
Indonesia: selesai pesta itu, dia sendiri yang tidak pulang
4)
Dalam bahasa
minang:denai surang nan maminta buku tu
Dalam bahasa Indonesia:
saya sendiri yang meminta buku itu
5)
Dalam bahasa
minang: eloknyo hiduik ko inyo surang nan maraso
Dalam bahasa
Indonesia: indahnya hiduo ini dia sendiri yang merasa
4.
Penambahan
klausa yang
1)
Dalam bahasa
minang: urang tu nan mangarati bareknyo hiduik ko
Dalam bahasa
Indonesia: mereka yang mengerti beratnya hidup ini
2)
Dalam bahasa
minang: buruaknyo lagak nan mambuek urang tu sangsaro
Dalam bahasa
Indonesia: jeleknya sikap yang membuat mereka sengsara
3)
Dalam bahasa
minang: urang tu nan manolak pitih dari mak dang
Dalam bahasa
Indonesia: mereka yang menolak uang dari paman
4)
Dalam bahasa
minang: urang tu nan maagiah amak baju
Dalam bahasa
Indonesia: mereka yang memberi mama baju
5)
Dalam bahasa
minang: urang tu nan mambali sarawa
Daalma bahasa
Indonesia: mereka yang membeli celana
5.
Penambahan
frasa nominalyang berfungsi apositif
1)
Dalam bahasa
minang: denai, pacinto kabanaran indak suko mancaliak panduto
Dalam bahasa
Indonesia: saya, pecinta kebenaran tidak suka melihat pembohong
2)
Dalam bahasa
minang: denai, pacinto kabahagiaan indak suko mancaliak urang basadiah
Dalam bahasa
Indonesia: saya, pecinta kebahagiaan tidak suka melihat orang bersedih
3)
Dalam bahasa
minang: awak, para urang mudo salalu manjago kabanggan nagari
Dalam bahasa
Indonesia: kami, para pemuda selalu menjaga kebanggaan negeri
4)
Dalam bahasa
minang: awak, para pajuang salalu mabela urang nan lamah
Dalam bahasa
Indonesia: kami, para pejuang selalu membela orang yang lemah
5)
Dalam bahasa
minang: denai, urang Indonesia salalu manjago namo elok nagari ko
Dalam bahasa Indonesia: saya, orang
Indonesia selalu menjaga nama baik negeri ini
Artikula
(dalam bahasa Indonesia)
menurut
Hasan Alwi, dkk.( 2004: 305:307)
1.
Artikula yang
bersifat gelar
Dalam bahasa
minang: datuak adalah sang pandeka kampuang
Dalam bahasa
Indonesia: datuk adalah sang pendekar kampong
2.
Artikula yang
mengacu ke makna kelompok
Dalam bahasa
minang: para anak ikuik palombaan manjek batang pinang
Dalam bahasa
Indonesia: para anak ikut perlombaan panjat pohon pinang
3.
Artikula yang
mengacu ke makna kelompok
Dalam bahasa
minang: para manusia mancari kabahagian di dunia
Dalam bahasa
Indonesia: para manusia mencari kebahagian di dunia
4.
Artikula yang
menominalkan
Dalam bahasa
minang: si Ali bakarajo nan sungguah-sungguah demi tacapainyo impian
Dalam bahasa
Indonesia: si Ali bekerja dengan sungguh-sunggug demi tercapainya impian
5.
Artikula yang
menominalkan
Dalam bahasa
minang: si pamasan bangi katiko pasanannyo indak sasuai
Dalam bahasa
Indonesia: si pemesan marah ketika pesanannya tidak sesuai
Partikel Penegas
(dalam bahasa minang)
menurut Hasan
Alwi, dkk.( 2004: 308-309)
1.
Pertikel
–lah(dalam bahasa minang, -lah menjadi –la)
Dalam bahasa minang: baokla oto tu ka bengke beko malam
Dalam bahasa Indonesia: bawalah mobil itu ke bengkel nanti
malam
2.
Dalam bahasa
minang: paila capek, beko talambek
Dalam bahasa Indonesia: pergilah cepat, nanti terlambat
3.
Dalam bahasa
minang: ambiakla sarawa tu agiah jo bini
Dalam bahasa Indonesia: ambillah celana itu beri ke istri
4.
Partikel –pun
Dalam bahasa minang: sia pun nan punyo, baok kamari
Dalam bahasa Indonesia: siapapun yang punya, bawa kesini
5.
Partikel –pun
Dalam bahasa minang: nan indak paralu pun dibalinyo juo
Dalam bahasa Indonesia: yang tidak perlu pun dibelinya juga
DAFTAR PUSTAKA
Alwi, Hasan, dkk. 2004.Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka.
Chaer,
Abdul. 2008. Morfologi
Bahasa Indonesia. Jakarta:Rineka
Cipta.
Depdiknas
. 2012. Kamus Besar
Bahasa Indonesia. Jakarta :
Gramedia Pustaka.
